ASAL MULAI KEHIDUPAN DI BUMI
Lapisan Bumi yang dihuni oleh berbagai mahluk hidup dalam melangsungkan kehidupannya disebut biosfer, dimana Terbentuk suatu hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungan disekitarnya
Ciri-ciri Mahluk Hidup
1. Melakukan Metabolisme
2. Tumbuh / Bertambah besar
3. Berkembang Biak
4. Memiliki kepekaan terhadap sebuah rangsangan
5. Memiliki kemampuan buat beradaptasi
Kapan Mulai ada Kehidupan Di Bumi ?
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun , dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda-taqnda kehidupan atau fossil.
Asal Mula Kehidupan di Bumi
Perlu diketahui hipotesis tentang asal mula kehidupan tidak terlepas dari cara penalaran pengarang dari dahulu kala. Sehingga ada hipotesis yang kedengarannya janggal , ataupun benar jika ditinjau dari segi logika .
1. Hidup dari Tuhan
Pendapat ni lebih dikenal dengan paham , Penciptaan Khusus yang mengandung arti bahwa Tuhan Langsung turun tangan . Ilmuwan Tidak menolak anggapan ini , ttapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu pengetahuan
Pendapat ini Dikenal dengan sebutan Teori Transedental , yang berpendapat bahwa semua ciptaan dari sisi “Religi “ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu luar jangkauan sains
2. Teori Cozmozoa
Mahluk Hidup Berasal Dari Luar Angkasa , Diperkirakan suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu meruapakan suatu partikel – partikel kecil.
Teori ini berdasarkan dua asumsi :
a. Benda hidup itu ada / telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini
b. Hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antarbenda angkasa di bumi
3. Teori Pfluger
Bumi itu berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali , yang mengandung Karbon dan Nitrogen sehingga terbentuk Cyanogen . Senyawa itu dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi , dan selanjutnya terbentuk zat protein protoplasma yang menjadi mahluk hidup
4. Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa Hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan Organik pada saat bumi mengalami pendinginan . dalam kondisi tersebut munculah Hidup itu .
5. Teori Allen
Bahwa saat keadaan berdifusi ( bumi itu keadaannya seperti sekarang ), beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembap dan menimbulkan pengaturan atom , Interaksi antara Nitrogen , Karbon , Hidrogen , Oksigen , dan Sulfur , yang nantinya akan mebentuk zat – zat yang difus yang akhirnymembentuk potoplasma Benda Hidup
6. Generatio Spontanea
Dikenal dengan nama Abiogenesis dengan Tokoh , aristoteles . Ia mengemukakan bahwa hidup ini bermula dari benda mati yang secara tiba- tiba menjadi jasad hidup.
7. Omne Vivum Ex Ovo
Abad ke 1 tahun 1625-1697 , Fransisco Redi , seorang pakar biologi bangas Italia , dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkar berasal dari telur lalat yang meletakan telurnya dengan sengaja di situ .
8. Omne Ovo Ex Vivo
Hipotesis Redi belum memberikan kepuasan bagi Lazzan Spallanzani , juga berasal dari Italia , menyatakan Bahwa mahluk hidup berasla dari telur , jika demikian dari mana asal mula telur tersebut .
9. Omne Vivum Ex Vivo
Loius Pasteur , sarjana Kimia Perancis , melanjutkan percobaan Spallazani dengan percobaan berbagai mikroorganisme , Berkesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnyha , agar tumbuh kehidupan yang baru ( Teori Biogenesis ) dengan konsep yang hidup tentu berasal dari yang hidup juga .
10. Teori Urey
Harold Urey , seoran ahli kimi dari Amerika Serikat , bahwa atmosfer bumi pada awalnya kaya akan gas – gas metana , Amoniak , Hidrogen dan Air . zat –zat tersebut merupakan unsur penting dalam tubuh mahluk Hidup . Karena adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar Kosmos , yang akan membentuk zat- zat hidup, mula dengan virus , Bakteri , sekarang berjuta juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme .
11. Teori Oparis Haldane
Alenxande I. Oparin , ahli biologi Rusia mempublikasikan tentang asal mula kehidupan , Rangkuman pendapat itu adalah Jasad Hidup terbnentuk dari senyawa kimiawi dalam laut pada saat atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas . Senyawa terebut ( asam Amino sederhana , Purin , basa pirimidin serta senyawa senyawa golongan gula , kemudian terbentuk pula senyawa polipedia asam- asam polinuleat dan polisakarida yang semuanya terbntuk berkat bantuan sinaqr ultraviolet , kilatan listrik , panas dan radiasi
Jasad Hidup Pertama disebut protobion , yang hidup dalam laut kira-kira 5-10 meter dibwah permukaan laut . Ditempat itulah mereka terhindar dari sinar ultraviolet intenistas tinggi dan sinar mathari yang mematikan . Ketika Jasad Hidup berkembang menjadi lebih sempurna dan mampu memproduksi oksigen maka lama kelamaan terdapat lapisan pelindung berupa Ozon di atmosfer bumi , kemudian , kehidupan merayap di pantai dan akhirnya memnuhi daratan
Teori ini kembali ke teori Generatio Spontane tapi melalui proses evolusi ratusan juta tahun lamannya
Apa Bedanya Mahluk Hidup dengan Benda Mati
Sifat – sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara mahluk hidup dengan benda mati adalah :
Sifat - sifat Umum Mahluk Hidup Benda Mati
Bentuk dan Ukuran Mempunyai bentuk dan ukuran tertentu Ukurannya Tertentu
Komposisi Kimia Mempunyai komposisi kimia tertentu yang terdiri dari unsur – unsur Karbon , Hidrogen , Oksigen , Nitrogen , Belerang , atau Sulfur , Fosfor dan sedikit Mineral Komposisinya tidak tentu
Organisasi Setiap mahluk hidup terbentuk dari sel- sel , jaringan lalau membentuk organ , Organ ini yang membantu proses hidup Benda mati susunanny kompleks
Metabolisme Pengambilan dan penggunaan makanan , respirasi atau pernafasan , sekresi dan ekresi Benda mati tidak
Iritabilasi Mahluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan , misal cahaya , gerakan , kelembapan dan suhu Benda Mati Tidak memberikan reaksi bila ada aksi
Reproduksi Mahluk Hidup terdapat Kemampuan untuk membuat mahluk hidup menjadi banyak
Benda mati tidak
Tumbuh dan mempunyai Daur Hidup Mengalami proses pertumbuhan dan mempunyaim daur hidup ( kelahiran , Tumbuh Dewasa dan mati ) Benda mati tidak
PERKEMBANGAN VARIABILITAS MAHLUK HIDUP
Sel adalah satu unit kehidupan yang terkecil. Sel memenuhi syarat untuk dapat dikatakan hidup, karena ia mampu mengadakan metabolisme, mampu mempertahankan diri dan mampu untuk berkembang biak. Sel sebagai suatu unit kehidupan dan teori tentang sel
Kata sel sebagai istilah dalam biologi diungkapkan pertama kali oleh R.hooke (1665). Dengan menggunakan mikroskopnya yang sederhana ia mengamati serpihan gabus dan kayu. Ia mendapatkan adanya ‘deretan-deretan’ kecil yang mengingatkan ia pada sel di penjara kerajaan.
Teori tentang sel muncul pada tahun 1839 oleh M. Schleiden seorang ahli botani dan T. Schawnn seorang ahli zoologi yang intinya bahwa: Semua jasad hidup terdiri dari sel. Adapun Virchow (1885) mengemukakan bahwa semua seemua sel berasal dari sel sebelumnya.
Bentuk dan ukuran sel
Bentuk sel umumnya bervariasi karena bentuk sel itu dipengaruhi oleh fugsi sel tersebut. Bentuk sel pada kulit adalah pipih, pada urat saraf bulat panjang, pada darah seperti piringan. Namun ada kecenderungan umum bahwa sel mempunyai bentuk yang sama yaitu bulat telur. Ukuran sel juga bervariasi. Untuk manusia dan hewan ukurannya sangat kecil yaitu kira-kira bergaris tengah 0,1 mm.
Struktur Sel
Pada hakikatnya sel terdiri dari protoplasma yang dilindungi oleh lapisan yang disebut membran. Protoplasma terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar yang agak cair disebut sitoplasma dan bagian yang agak padat disebut nukleoplasma.
Bagian-bagian dari sel
1. Inti sel
Inti sel adalah badan yang bulat, biasanya terletak di pusat sel, terpisah dari sitoplasma yang dibatasi oleh membran inti. Inti sel mempunyai fungsi sebagai mengatur kegiatan sel dan lebih penting sebagai pemegang peranan penting dalam proses pembelahan/produksi sel.
2. Sitoplasma
Protoplasma yang terletak diluar inti sel . Didalam sitoplasma terdapat ruangan-ruangan berisi cairan ( cairan sel yang terdiri atas makanan yang larut dan zat lainnya )
3. Membran Sel
Fungsi dinding sel ialah melindungi bagian dalam dari sel dan menetapkan bentuk dan kelakuan sel . Dan Mengatur Jalannya material ke dalam dan ke luar sel.
PERSAMAAN ANTARA MAHLUK – MAHLUK HIDUP
Unit Sederhana
Ahli –Ahli ilmu pengetahuan percaya bahwa persamaannya adalah sebuah sel yang sederhana merupakan nenekmoyang yang sama bagi macam-macam untuk kehidupan yang ada sekarang
Seleksi Alam
Kira – kira 120 tahun lalu sebuah Teori Seleksi Alam mengatakan bahwa adanya spesies baru secara berangsur –angsur berasal dari spesies sebelumnya , melalui proses seleksi alam .
Persamaan antara Embrio-Embrio
Embrio adalah awal tingkatan perkembangan sebelum pengecambahan , penetasan lalu lahir . Hasil studi berbagai macam embrio hewan pada umur berbeda.
REPRODUKSI DAN PERKEMBANGBIAKAN
Reproduksi dari sel
Metabolisme menyebabkan protoplasma sel menjadi semakin bnyak dan menyebabkan sel itu tumbuh menjadi besar dan mencapai batas tertentu . Bila mencapai Batas maksimumnya , sela akan membelah . 2 macam pembelahan sel yaitu Tipe Mitosis dan Tipe amitosis ( Mitosis proses pembelahan sel melalui tahapan – tahapan tertentu, Amitosis proses pembelahan sel yang terjadi tanap melalui tahapan tertentu .
Amitosis
Pembelhana sel tipe amitosis disebut pembelahan sel secara langsung , karena tidak melalui fase –fase tertentu
1. Terbentuk dinding baru pada sel dewasa dan inti sel mendekati dinding
2. Inti membelah dua dan saling menjauh
3. Gerakan saling menjauh dilakukn dinidng sel
4. Terbentuk dua sel , yang nantinya akan membuat individu baru lagi
Mitosis
Pembelahan sel mencakup pembelahan , nukleus dan sitosom . Gamet betina yang telah dibuahi bersifat diploid / zigot , yang akan membelah berkali –kali dengan proses “ Mitosis” dan akan menghasilkan anak yang tetap diploid , sebelum itu terjadilah perubahan-perubahan dalam inti sel .
Beberapa Tingkatan :
1. Interfase
Suatu fase sel dalam keadaan sel , Didalam sel khromatin tampak sebagai butiran –butiran terbesar dalam inti sel . Sentrosom tampak diluar inti .
2. Profase
Sentrosom membelah jadi dua dan bergerak berlawanan arah . Psangan disebut ( Sentriole ) > Khromatin berubah menjadi benang-benang yang tampak jelas ( Khromosom ) , yang pada akhir nanti membelah diri menjadi benang-benang khromosom yang identik ( Khromatida ) Sedangkan Sentriole yang menjadi benang-benang protoplasma disebut ( Aster )
3. Metafase
Butir Nukleus masih tampak pada fase profase , teryata tak tampak lagi , psangan Khromosom menjadi pendek , menempatkan diri dalam bidang ekuator dengan sentriole sbgai kutub-kutubnya .
4. Anafase
Pasangan Khromatid mulai memisahkan diri masing-masing ke arah yang berlawanan
5. Prometafase
Membran nukleus lenyap dan meluas dari satu kutub ke kutub kromosom ke ekuator gelendong
6. Telofase
Khromatid benar-benar memisah dan sel mulai membelah menjadi dua buah sel yang identik , sementara Khromatid yang sebenarnya adalah suatu kromosom , yang merekrut menjadi butir-butir khromatin . Nuklelus dan membran inti terbentuk kembali
PERKEMBANGAN MAHLUK HIDUP BERSEL BANYAK
Yang dimaksud dengan mahluk hidup Bersel banyak disini ialah Tumbuhan , Hewan dan Manusia Terdapat 2 tipe Perkembangbiakan yaitu Aseksual dan Seksual
Aseksual
Terjadi pembiakan secara aseksual ini , terjadi pembentukan individu baru dari satu induk tanpa melalui hubungan atau perpaduan antara dua sel kelamin .
Termasuk Dalam Perkembanganbiakan Aseksual Antara Lain :
1. Pembelahan Kembar
Sel membelah membentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah protoplasma dan inti yang sama , Hampir semua tumbuhan tingkat rendah dan hewan bersel satu berkembang biak dengan cara ini Induk akan membentuk 2 individu baru
Contoh : Amuba , Paramecium , Bakteri , spirogyra
2. Kuncupan
Cara ini terdapat baik pada tumbuhan maupun pada hewan . Inti membelah menjadi dua belahan yang sama tetapi protoplasmanya membelah tidak sama besar , bagian kecil disebut Kuncup
Contoh : Hydra , Karang
3. Pembentukan Spora
Spora adalah tumbuhan yang kecil sekali , diliputi dinding selulosa yang keras . Spora dibentuk dari inti mahluk hidup bersel satu , yang akan membelah menjadi bnyak inti . Tiap inti dengan sedikit sitoplasma dan diklilingi oleh dinding akan membentuk spora . Spora dapat menjadi sel baru , disebut Sporulasi .
Contoh : Perkembangan Sporulasi terdapat pada jamur roti
4. Perkembangan Vegetatif
Perkembangan melalui satu organ dan tubuh mahluk hidup diberi fungsi untuk reproduksi . Organ itu dapat berupa , akar , batang , daun , ataupun umbinya .
Contoh : Kentang pada “ mata “ dari Umbi kentang dapat tumbuh anaknya
Seksual
Pada Pembiakan seksual terjadi pembentukan individu baru melalui peleburan atau perpaduan antara dua sel kelamin . ( Dibutuhkan dua sel induk sehingga menghasilkan satu keturunan atau Lebih )
Beberapa Tipe Dari Perkembangbiakan Seksual :
1. Konjungsi
Dua Sel khusus mempunyai bentuk yang sama ( Isogament ) . Proses peleburan dua isogamet ( Konjungsi )
2. Fertilasi
Dua sel khusus yang mempunyai bentuk yang tidak sama ( Heterogamet ) proses peleburan dua Heterogamet ( Fertilisasi )
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Astrobiologi
2. http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=888&gbv=2&tbs=isch:1&sa=1&q=bentuk+Sel&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai=
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi
4. http://www.forumsains.com/biologi/(ask)-asal-mula-kehidupan/
5. http://wrghar.blogspot.com/2009_11_01_archive.html
6. http://wrghar.blogspot.com/2009/11/sitoplasma.html
7. http://wrghar.blogspot.com/2009/11/membran-sel_17.html
8. http://wrghar.blogspot.com/2009/11/struktur-dan-fungsi-sel.html
9. http://wrghar.blogspot.com/2009/11/dinding-sel.html
10. http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=888&gbv=2&tbs=isch:1&sa=1&q=Sitoplasma&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
11. http://nationalinks.blogspot.com/2009/02/teori-asal-mula-kehidupan.html
12. http://www.google.co.id/search?hl=id&biw=1280&bih=888&q=mitosis&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
13. http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=888&gbv=2&tbs=isch:1&sa=1&q=mitosis&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
14. http://www.crayonpedia.org/mw/A._Pembelahan_sel_secara_Amitosis_12.1
15. http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=888&gbv=2&tbs=isch:1&sa=1&q=Amitosis&btnG=Telusuri&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
16. http://episentrum.com/search/jenis jenis%20perkembangbiakan%20seksual
17. http://info.g-excess.com/id/info/PertumbuhanPerkembangan_Makhluk_Hidup.info
18. http://www.google.co.id/search?hl=id&biw=1280&bih=888&q=perkembangbiakan+seksual&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
19. http://organisasi.org/reproduksi-perkembangbiakan-tumbuhan-secara-vegetatif-tak-kawin-alami-dan-buatan
20. http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=888&gbv=2&tbs=isch:1&sa=1&q=Perkembangbiakan+Generatif&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
21. http://www.google.co.id/imglanding?q=Perkembangbiakan+Generatif&hl=id&biw=1280&bih=888&gbv=2&tbs=isch:1&tbnid=CV5tqvEYVgPC7M:&imgrefurl=http://indonetwork.co.id/ridhojayautama/736329/perkembangbiakan-tumbuhan-secara-generatif.htm&imgurl=http://wb8.itrademarket.com/pdimage/29/736329_poster113.jpg&zoom=1&w=140&h=200&iact=hc&ei=gg7BTMikCtjccN3rrNgL&oei=gg7BTMikCtjccN3rrNgL&esq=1&page=1&tbnh=147&tbnw=103&start=0&ved=1t:429,r:0,s:0
22. http://www.crayonpedia.org/mw/Kelangsungan_Hidup_Makhluk_Hidup_Melalui_Adaptasi,_Seleksi_Alam_Dan_Perkembangbiakan_9.1
Selasa, 02 November 2010
Hepatitis
Hepatitis A is an acute liver disease caused by the hepatitis A virus (HAV), lasting from a few weeks to several months. It does not lead to chronic infection.
Transmission: Ingestion of fecal matter, even in microscopic amounts, from close person-to-person contact or ingestion of contaminated food or drinks.
Vaccination: Hepatitis A vaccination is recommended for all children starting at age 1 year, travelers to certain countries, and others at risk.
Information for: Public | Health Professionals
Hepatitis B is a liver disease caused by the hepatitis B virus (HBV). It ranges in severity from a mild illness, lasting a few weeks (acute), to a serious long-term (chronic) illness that can lead to liver disease or liver cancer.
Transmission: Contact with infectious blood, semen, and other body fluids from having sex with an infected person, sharing contaminated needles to inject drugs, or from an infected mother to her newborn.
Vaccination: Hepatitis B vaccination is recommended for all infants, older children and adolescents who were not vaccinated previously, and adults at risk for HBV infection.
Information for: Public | Health Professionals
Hepatitis C is a liver disease caused by the hepatitis C virus (HCV). HCV infection sometimes results in an acute illness, but most often becomes a chronic condition that can lead to cirrhosis of the liver and liver cancer.
Transmission: Contact with the blood of an infected person, primarily through sharing contaminated needles to inject drugs.
Vaccination: There is no vaccine for hepatitis C.
Information for: Public | Health Professionals
Hepatitis D is a serious liver disease caused by the hepatitis D virus (HDV) and relies on HBV to replicate. It is uncommon in the United States.
Transmission: Contact with infectious blood, similar to how HBV is spread.
Vaccination: There is no vaccine for hepatitis D.
Hepatitis E is a serious liver disease caused by the hepatitis E virus (HEV) that usually results in an acute infection. It does not lead to a chronic infection. While rare in the United States, hepatitis E is common in many parts of the world.
Transmission: Ingestion of fecal matter, even in microscopic amounts; outbreaks are usually associated with contaminated water supply in countries with poor sanitation.
Vaccination: There is currently no FDA-approved vaccine for hepatitis E.
Transmission: Ingestion of fecal matter, even in microscopic amounts, from close person-to-person contact or ingestion of contaminated food or drinks.
Vaccination: Hepatitis A vaccination is recommended for all children starting at age 1 year, travelers to certain countries, and others at risk.
Information for: Public | Health Professionals
Hepatitis B is a liver disease caused by the hepatitis B virus (HBV). It ranges in severity from a mild illness, lasting a few weeks (acute), to a serious long-term (chronic) illness that can lead to liver disease or liver cancer.
Transmission: Contact with infectious blood, semen, and other body fluids from having sex with an infected person, sharing contaminated needles to inject drugs, or from an infected mother to her newborn.
Vaccination: Hepatitis B vaccination is recommended for all infants, older children and adolescents who were not vaccinated previously, and adults at risk for HBV infection.
Information for: Public | Health Professionals
Hepatitis C is a liver disease caused by the hepatitis C virus (HCV). HCV infection sometimes results in an acute illness, but most often becomes a chronic condition that can lead to cirrhosis of the liver and liver cancer.
Transmission: Contact with the blood of an infected person, primarily through sharing contaminated needles to inject drugs.
Vaccination: There is no vaccine for hepatitis C.
Information for: Public | Health Professionals
Hepatitis D is a serious liver disease caused by the hepatitis D virus (HDV) and relies on HBV to replicate. It is uncommon in the United States.
Transmission: Contact with infectious blood, similar to how HBV is spread.
Vaccination: There is no vaccine for hepatitis D.
Hepatitis E is a serious liver disease caused by the hepatitis E virus (HEV) that usually results in an acute infection. It does not lead to a chronic infection. While rare in the United States, hepatitis E is common in many parts of the world.
Transmission: Ingestion of fecal matter, even in microscopic amounts; outbreaks are usually associated with contaminated water supply in countries with poor sanitation.
Vaccination: There is currently no FDA-approved vaccine for hepatitis E.
Tamiflu Bisa Memicu Mutasi Virus
Paris (Media) : Para ahli kesehatan mengeluarkan kecaman keras terhadap dunia global yang sangat tergantung pada obat anti-influenza Tamiflu untuk menghadapi bahaya pandemi virus flu burung.
Dalam sebuah artikel yang tercantum di jurnal kesehatan Inggris The Lancet, kemarin sebagaimana dikutip AFP, para ahli berpendapat, tidak terdapat bukti meyakinkan, penggunaan Tamiflu dapat bekerja dengan baik melawan jenis virus virus H5N1 atau varian dari virus flu burung.
Mereka khawatir penggunaan Tamiflu (oseltamivir) secara berlebihan akan mendorong virus tersebut ke dalam bentuk mutasi baru yang lebih berbahaya.
Tamiflu sendiri adalah obat yang dibuat unutk menghapus gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh virus influenza dan dibuat pula untuk mengurangi lamanya sakit penderita. "Tetapi itu tidak menyembuhkan," ujar para ahli tersebut.
Walau begitu, para pengamat kesehatan merasa yakin Tamiflu dapat menjadi dasar yang vital dan memerankan peran penting untuk mencegah pandemi seandainya virus H5N1 sudah berubah dari virus manusia ke manusia.
Dengan pengaturan administrasi obat yang baik yang dinamakan neuraminidase inhibitor virus lebih mudah dideteksi sehingga para dokter dapat mencegah atau setidaknya memperlambat penyebaran virus sesuai dengan pemikiran mereka.
Didorong keinginan mencegah penyebaran flu burung, pemerintahan di seluruh dunia, kini berusaha sekuat mungkin untuk menyediakan obat, terutama penyediaan Tamiflu selain dapat berbentuk tablet dapat juga dibuat sebagai inhaler.
Namun, para ahli menekankan untuk tetap berhati-hati dalam penggunaan obat ini. Mereka menilai obat Tamiflu memang berguna dalam banyak hal, tetapi sebaiknya diiringi juga dengan tindakan lain yang lebih murah dan mudah. Misalnya, mengisolasi penderita flu burung agar tidak menular atau mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker atau selalu mencuci tangan mereka.
Dalam sebuah artikel yang tercantum di jurnal kesehatan Inggris The Lancet, kemarin sebagaimana dikutip AFP, para ahli berpendapat, tidak terdapat bukti meyakinkan, penggunaan Tamiflu dapat bekerja dengan baik melawan jenis virus virus H5N1 atau varian dari virus flu burung.
Mereka khawatir penggunaan Tamiflu (oseltamivir) secara berlebihan akan mendorong virus tersebut ke dalam bentuk mutasi baru yang lebih berbahaya.
Tamiflu sendiri adalah obat yang dibuat unutk menghapus gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh virus influenza dan dibuat pula untuk mengurangi lamanya sakit penderita. "Tetapi itu tidak menyembuhkan," ujar para ahli tersebut.
Walau begitu, para pengamat kesehatan merasa yakin Tamiflu dapat menjadi dasar yang vital dan memerankan peran penting untuk mencegah pandemi seandainya virus H5N1 sudah berubah dari virus manusia ke manusia.
Dengan pengaturan administrasi obat yang baik yang dinamakan neuraminidase inhibitor virus lebih mudah dideteksi sehingga para dokter dapat mencegah atau setidaknya memperlambat penyebaran virus sesuai dengan pemikiran mereka.
Didorong keinginan mencegah penyebaran flu burung, pemerintahan di seluruh dunia, kini berusaha sekuat mungkin untuk menyediakan obat, terutama penyediaan Tamiflu selain dapat berbentuk tablet dapat juga dibuat sebagai inhaler.
Namun, para ahli menekankan untuk tetap berhati-hati dalam penggunaan obat ini. Mereka menilai obat Tamiflu memang berguna dalam banyak hal, tetapi sebaiknya diiringi juga dengan tindakan lain yang lebih murah dan mudah. Misalnya, mengisolasi penderita flu burung agar tidak menular atau mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker atau selalu mencuci tangan mereka.
Bacteri Outer Space!
Memasuki usianya yang ke 50, penelitian ruang angkasa maju pesat ditandai dengan banyaknya temuan-temuan baru di bidang keilmuan angkasa luar. Bahkan kemajuan ini lebih pesat dibandingkan dengan ilmu kebumian. Dengan kemajuan ini berbagai ancaman dari luar angkasa dapat diperhitungkan, dianalisa dan dicari penangkalnya. Baik itu ancaman tumbukkan dengan meteorit besar atau berbagai ancaman lainnya. Tidak jarang selama ini di dalam benak orang awam yang terbayangkan sebagai ancaman dari luar angkasa adalah monster-monster mengerikan seperti berupa sosok raksasa atau mahluk luar angkasa yang berkulit hijau berukuran manusia kerdil yang ganas dan haus darah. Akan Tetapi pada kenyataannya ancaman yang sebenarnya dari luar angkasa saat ini adalah serbuan bakteri pembunuh.
NASA yang kita ketahui sebagai badan antariksa Amerika melakukan penelitian bahwa bakteri yang berasal dari bumi di ruang tanpa bobot mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Sejumlah film fiksi ilmiah sudah menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikannya serbuan makhluk luar angkasa berukuran kecil, yang memusnahkan kehidupan umat manusia di Bumi. Sekarang fiksi ilmiah semacam itu sudah menjadi kenyataan.
Penelitian dilakukan terhadap Bakteri Salmonella yang dibawa dari Bumi dalam misi wahana penerbangan ulang-alik ke luar angkasa pada tahun 2006 lalu, terbukti mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Salmonella adalah bakteri berbentuk batang, yang memicu gejala keracunan makanan ditandai dengan buang air terus menerus pada manusia. Dalam kondisi normal, keracunan salmonella dapat diobati menggunakan antibiotika dan pemberian tambahan cairan elektrolyt. Tapi pada anak-anak atau kelompok risiko, bakteri salmonella dapat memicu penyakit berat hingga kematian. Penyakit berat yang ditimbulkan bakteri salmonella antara lain infeksi saluran pencernaan, typhus dan paratyphus.
Untuk ujicoba, bakteri Salmonella itu dibungkus dalam kemasan tiga lapis tahan pecah, untuk mencegah bakteri amat mematikan itu lolos ke udara. Dalam penelitian di luar angkasa, bakteri salmonella yang dibawa dikembangbiakan dalam kultur makanan. Setibanya kembali ke Bumi, bakteri Salmonella yang dikembangbiakan di lingkungan tanpa bobot itu diujicoba pada tikus di laboratorium. Hasilnya, bakteri yang dibawa ke luar angkasa membunuh tikus percobaan jauh lebih cepat, dibanding tikus ujicoba yang mendapat infeksi salmonella yang berkembang biak di Bumi. Inilah skenario horror dari bakteri pembunuh dari luar angkasa. Sekitar 150 sekuens gen dari salmonella yang dibawa ke ruang angkasa, terbukti jauh lebih aktiv
dibanding Gen salmonella normal. Demikian diungkapkan pimpinan penelitian, Dr. Cheryl Nickerson dari Universitas Arizona; “Kita mengirim astronot lebih lama lagi ke luar angkasa dan semakin jauh dari Bumi. Dengan itu risiko penyakit infeksi lebih besar lagi.“Kekebalan Tubuh MelemahSeperti diketahui, dalam kondisi tanpa bobot sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi lebih lemah ketimbang jika berada di Bumi. Artinya risiko untuk terinfeksi bibit penyakit juga menjadi lebih besar lagi. Bayangkan jika bakteri yang menyerang adalah dari jenis yang sudah mengalami mutasi, dengan tingkat fatalitas yang juga jauh lebih tinggi dari bakteri sejenis di Bumi. Di masa depan, ancaman kesehatan gawat semacam itu, akan semakin sering dihadapi para astronot dalam misi cukup lama di luar angkasa.Sejauh ini penelitian baru mencakup serangan bakteri, yang memang berasal dari Bumi dan terbawa ke luar angkasa. Belum diketahui, apakah di luar angkasa yang sulit diketahui batasnya itu, juga terdapat bakteri lainnya yang masih menunggu inang baru dari Bumi. Ancaman sejauh itu belum dibayangkan oleh Dr.Cheryl Nickerson. Akan tetapi, peneliti dari Universitas Arizona itu juga menarik sisi positiv dari temuan bakteri salmonella yang mengalami mutasi di luar angkasa. Nickkerson menjelaskan ; “Jika kita memanfaatkan pengetahuan dan sifat bakteri tsb, kita dapat memiliki kemungkinan pengembangan metode baru pengobatan dari penyakit yang ditimbulkannya, pembuatan obat-obatan baru atau bahkan vaksinnya.” Penyebab mutasi bakteri itu, menurut Nickerson bukan kondisi tanpa bobot itu sendiri, melainkan dampak kondisi tanpa bobot pada cairan di dalam sel. Akibat kondisi tanpa bobot di luar angkasa, maka mekanisme gesekan molekul
dalam cairan sel akan berkurang.
Kondisi seperti ini, mirip dengan ketika bakteri salmonella berada di dalam saluran pencernaan manusia. Bagi salmonella, berkurangnya medan gesekan dalam cairan sel, ditafsirkan sebagai sinyal mereka berhasil masuk ke dalam tubuh organisme yang lebih besar. Dengan itu salmonella secepat mungkin mengubah sistem metabolismenya. Terutama dengan mengurangi drastis produksi molekul tertentu yang disebut LPS pada dinding sel, yang berfungsi sebagai tanda adanya musuh bagi sel pertahanan tubuh. Semakin sedikit LPS pada dinding sel, maka semakin sulit pula sel pertahanan tubuh manusia mencari pertanda adanya penyusup yang merugikan kesehatan. Adaptasi penting lainnya agar bakteri tetap bertahan hidup, adalah meningkatkan ketahanan terhadap asam serta kelihaian untuk tetap bertahan hidup di dalam sel pemusnah bakteri atau makrophagus, dari sistem kekebalan tubuh manusia.
Biofilm Pelindung
Ujicoba di luar angkasa itu, pada intinya memperkuat hasil penelitian sebelumnya, dengan simulasi sistuasi tanpa bobot di dalam peralatan sentrifugal. Juga dalam penelitian di laboratorium di Bumi, bakteri menunjukan perubahan drastis kandungan unsur aktiv maupun keganasan serangannya. Akan tetapi bakteri yang dibawa ke luar angkasa, juga menunjukkan rincian lain. Salmonella bersangkutan mulai membentuk lapisan ekstra-seluler, yang merupakan pertanda produksi bio-film pelindung. Bio-film ini biasanya berbentuk cairan amat kental dari pollysacharida, yang berfungsi menangkis serangan dari luar. Dalam tubuh manusia, jenis salmonella yang menyebabkan typhus, juga membentuk bio-film semacam itu, untuk bersembunyi di dalam kantong empedu agar tidak terlacak sistem kekebalan tubuh. Dengan cara itu bakteri typhus bisa bersembunyi bertahun-tahun tanpa dapat dilacak, dan menyerang jika situasinya menguntungkan. Inilah mimpi buruk para ahli pengobatan.
Bagi peneliti mikrobiologi Cheryl Nickerson berbagai fakta baru itu, justru semakin menumbuhkan semangat bagi penelitian lebih lanjut. Dalam misi ulang-alik mendatang, pihaknya akan mengirim bakteri lainnya ke luar angkasa untuk penlitian dalam kondisi tanpa bobot. Semua itu bertujuan untuk mengetahui mekanisme bibit penyakit dalam kondisi ekstrim, sekaligus mencari dan mengembangkan metode baru pengobatan, obat-obatan serta vaksin pencegah penyakitnya. Hasil yang diperoleh, disebutkan bukan hanya bermanfaat bagi para astronot, yang melaksanakan misi jangka panjang di luar angkasa. Namun juga bagi para penghuni Bumi.
NASA yang kita ketahui sebagai badan antariksa Amerika melakukan penelitian bahwa bakteri yang berasal dari bumi di ruang tanpa bobot mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Sejumlah film fiksi ilmiah sudah menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikannya serbuan makhluk luar angkasa berukuran kecil, yang memusnahkan kehidupan umat manusia di Bumi. Sekarang fiksi ilmiah semacam itu sudah menjadi kenyataan.
Penelitian dilakukan terhadap Bakteri Salmonella yang dibawa dari Bumi dalam misi wahana penerbangan ulang-alik ke luar angkasa pada tahun 2006 lalu, terbukti mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Salmonella adalah bakteri berbentuk batang, yang memicu gejala keracunan makanan ditandai dengan buang air terus menerus pada manusia. Dalam kondisi normal, keracunan salmonella dapat diobati menggunakan antibiotika dan pemberian tambahan cairan elektrolyt. Tapi pada anak-anak atau kelompok risiko, bakteri salmonella dapat memicu penyakit berat hingga kematian. Penyakit berat yang ditimbulkan bakteri salmonella antara lain infeksi saluran pencernaan, typhus dan paratyphus.
Untuk ujicoba, bakteri Salmonella itu dibungkus dalam kemasan tiga lapis tahan pecah, untuk mencegah bakteri amat mematikan itu lolos ke udara. Dalam penelitian di luar angkasa, bakteri salmonella yang dibawa dikembangbiakan dalam kultur makanan. Setibanya kembali ke Bumi, bakteri Salmonella yang dikembangbiakan di lingkungan tanpa bobot itu diujicoba pada tikus di laboratorium. Hasilnya, bakteri yang dibawa ke luar angkasa membunuh tikus percobaan jauh lebih cepat, dibanding tikus ujicoba yang mendapat infeksi salmonella yang berkembang biak di Bumi. Inilah skenario horror dari bakteri pembunuh dari luar angkasa. Sekitar 150 sekuens gen dari salmonella yang dibawa ke ruang angkasa, terbukti jauh lebih aktiv
dibanding Gen salmonella normal. Demikian diungkapkan pimpinan penelitian, Dr. Cheryl Nickerson dari Universitas Arizona; “Kita mengirim astronot lebih lama lagi ke luar angkasa dan semakin jauh dari Bumi. Dengan itu risiko penyakit infeksi lebih besar lagi.“Kekebalan Tubuh MelemahSeperti diketahui, dalam kondisi tanpa bobot sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi lebih lemah ketimbang jika berada di Bumi. Artinya risiko untuk terinfeksi bibit penyakit juga menjadi lebih besar lagi. Bayangkan jika bakteri yang menyerang adalah dari jenis yang sudah mengalami mutasi, dengan tingkat fatalitas yang juga jauh lebih tinggi dari bakteri sejenis di Bumi. Di masa depan, ancaman kesehatan gawat semacam itu, akan semakin sering dihadapi para astronot dalam misi cukup lama di luar angkasa.Sejauh ini penelitian baru mencakup serangan bakteri, yang memang berasal dari Bumi dan terbawa ke luar angkasa. Belum diketahui, apakah di luar angkasa yang sulit diketahui batasnya itu, juga terdapat bakteri lainnya yang masih menunggu inang baru dari Bumi. Ancaman sejauh itu belum dibayangkan oleh Dr.Cheryl Nickerson. Akan tetapi, peneliti dari Universitas Arizona itu juga menarik sisi positiv dari temuan bakteri salmonella yang mengalami mutasi di luar angkasa. Nickkerson menjelaskan ; “Jika kita memanfaatkan pengetahuan dan sifat bakteri tsb, kita dapat memiliki kemungkinan pengembangan metode baru pengobatan dari penyakit yang ditimbulkannya, pembuatan obat-obatan baru atau bahkan vaksinnya.” Penyebab mutasi bakteri itu, menurut Nickerson bukan kondisi tanpa bobot itu sendiri, melainkan dampak kondisi tanpa bobot pada cairan di dalam sel. Akibat kondisi tanpa bobot di luar angkasa, maka mekanisme gesekan molekul
dalam cairan sel akan berkurang.
Kondisi seperti ini, mirip dengan ketika bakteri salmonella berada di dalam saluran pencernaan manusia. Bagi salmonella, berkurangnya medan gesekan dalam cairan sel, ditafsirkan sebagai sinyal mereka berhasil masuk ke dalam tubuh organisme yang lebih besar. Dengan itu salmonella secepat mungkin mengubah sistem metabolismenya. Terutama dengan mengurangi drastis produksi molekul tertentu yang disebut LPS pada dinding sel, yang berfungsi sebagai tanda adanya musuh bagi sel pertahanan tubuh. Semakin sedikit LPS pada dinding sel, maka semakin sulit pula sel pertahanan tubuh manusia mencari pertanda adanya penyusup yang merugikan kesehatan. Adaptasi penting lainnya agar bakteri tetap bertahan hidup, adalah meningkatkan ketahanan terhadap asam serta kelihaian untuk tetap bertahan hidup di dalam sel pemusnah bakteri atau makrophagus, dari sistem kekebalan tubuh manusia.
Biofilm Pelindung
Ujicoba di luar angkasa itu, pada intinya memperkuat hasil penelitian sebelumnya, dengan simulasi sistuasi tanpa bobot di dalam peralatan sentrifugal. Juga dalam penelitian di laboratorium di Bumi, bakteri menunjukan perubahan drastis kandungan unsur aktiv maupun keganasan serangannya. Akan tetapi bakteri yang dibawa ke luar angkasa, juga menunjukkan rincian lain. Salmonella bersangkutan mulai membentuk lapisan ekstra-seluler, yang merupakan pertanda produksi bio-film pelindung. Bio-film ini biasanya berbentuk cairan amat kental dari pollysacharida, yang berfungsi menangkis serangan dari luar. Dalam tubuh manusia, jenis salmonella yang menyebabkan typhus, juga membentuk bio-film semacam itu, untuk bersembunyi di dalam kantong empedu agar tidak terlacak sistem kekebalan tubuh. Dengan cara itu bakteri typhus bisa bersembunyi bertahun-tahun tanpa dapat dilacak, dan menyerang jika situasinya menguntungkan. Inilah mimpi buruk para ahli pengobatan.
Bagi peneliti mikrobiologi Cheryl Nickerson berbagai fakta baru itu, justru semakin menumbuhkan semangat bagi penelitian lebih lanjut. Dalam misi ulang-alik mendatang, pihaknya akan mengirim bakteri lainnya ke luar angkasa untuk penlitian dalam kondisi tanpa bobot. Semua itu bertujuan untuk mengetahui mekanisme bibit penyakit dalam kondisi ekstrim, sekaligus mencari dan mengembangkan metode baru pengobatan, obat-obatan serta vaksin pencegah penyakitnya. Hasil yang diperoleh, disebutkan bukan hanya bermanfaat bagi para astronot, yang melaksanakan misi jangka panjang di luar angkasa. Namun juga bagi para penghuni Bumi.
Proses Masuknya Hindu - Budha ke Indonesia
Proses Masuknya Hindu - Budha ke Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra yang merupakan daerah persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.
Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.
Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.
Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu - Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang proses masuknya agama Hindu - Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.
terdapat beberapa pendapat/hipotesa Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia yaitu antara lain.
1. Teori Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.
2. Teori Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.
3. teori Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.
Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyebrangi laut.
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
• Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik.
Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.
Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).
Wujud Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Indonesia
1. Bahasa
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat Anda temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.
2. Religi/Kepercayaan
Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme.
3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India.
Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun.
Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana, Ksatria , Waisya dan Sudra.
Kasta-kasta tersebut yang dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.
Sistem Pengetahuan
Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M
Peralatan Hidup dan Teknologi
Salah satu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India..
Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni rupa, seni
sastra dan seni pertunjukan . Dalam seni rupa contoh wujud akulturasinya dapat dilihat dari relief dinding candi, gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu kisah/cerita yang berhubungan dengan ajaran agama Hindu ataupun Budha.
Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra yang merupakan daerah persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.
Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.
Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.
Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu - Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang proses masuknya agama Hindu - Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.
terdapat beberapa pendapat/hipotesa Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia yaitu antara lain.
1. Teori Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.
2. Teori Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.
3. teori Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.
Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyebrangi laut.
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
• Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik.
Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.
Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).
Wujud Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Indonesia
1. Bahasa
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat Anda temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.
2. Religi/Kepercayaan
Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme.
3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India.
Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun.
Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana, Ksatria , Waisya dan Sudra.
Kasta-kasta tersebut yang dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.
Sistem Pengetahuan
Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M
Peralatan Hidup dan Teknologi
Salah satu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India..
Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni rupa, seni
sastra dan seni pertunjukan . Dalam seni rupa contoh wujud akulturasinya dapat dilihat dari relief dinding candi, gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu kisah/cerita yang berhubungan dengan ajaran agama Hindu ataupun Budha.
seputar seni rupa tradisi, modern dan kontemporer Indonesia.
ZAMAN MANUSIA KEBUDAYAAN KETERANGAN
ZAMAN BATU
A)Palaeolithikum
a) tempat tinggalnya berpindah pindah.
b)berburu
c)menangkap ikan.
d)mengumpulkan bahan makanan yang didapat dari alam.
e)berjenis pitheranthropus erectus,meganthropus ,paleojavanicus,dan homo soloensis Sangat primitif dan sederhana.
(kebudayaan pancitan)
(Kebudayaan ngandong) a) berlangsung 600.000
b) manusia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan/mempertahankan kehidupan dan dari segala macam bahaya
B)Mesolithikum
a) berburu
b) tempat tinggal agak tetap
c) mulai bercocok tanam sederhana
d) banyak yang tinggal di gua – gua dan tepi pantai *. (Kebudayaan Abris Saus Roche)
*.(Kebudayaan Bascon Hoabinh) terbagi menjadi 2:
a. kebudayaan bandung
b. kebudayaan Toala
a) Pada tepi pantai (kjokenmodinger) dan di goa – goa (Abris Saus Roche)banyak ditemukan bekas bekas kebudayaan manusia dari zaman msolithikum.
b) Kjokenmodinger merupaka corak istimewa dari zaman ini ,yang diteliti oleh Dr .P.V.Van Stein Callenfels di tahun 1925. ditempat itu ditemukan kapak genggam dan kapak pendek(berbeda dengan zaman paleolithikum kapak genggamnya )
Abris Saus Roche adalah goa yang dipakai sebagai tempat tinggal
C)Neolithikum
a) Hidupnya sudah menetap
b) Tempat tinggal tetap
c) Hidup dari hasil bercocok tanam
d) Alat kebudayaan sudah halus dan sempurna
e) Peralatan nya dibagi 2:
Kapak persegi dan kapak lojong
Merupakan kebudayaan food gathering menjadi food producing.
a) Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Helden .nama yang berdasarkan penampangnya yang berupa persegi panjang dan trapesium.
b) Kapak ini biasanya digunakan untuk acara ritual
c) Mempunyai beberapa ukuran yang besar bernama waltenbeil dan yang kecil kleheil
D)Megalithikum
a) Zaman ini disebut zaman besar
b) Di zaman ini manusia sudah bisa meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu batu besar
c) Sudah mulai mengenal kepercayaan yaitu terhadap nenek moyang
d) Pengetahuannya sudah meningkat *. Zaman ini biasa isebut zaman besar karna pada zaman ini menusai sudah bisa meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu batu besar .
*. Kebudayaan ini berkembang sampai zaman perunggu .
a) Peninggalan zaman ini benyak ditemukan di indonesia ,yang dilakukan oleh Dr.Van Der Huup dan Van Heine Teldern
b) Peninggalan yang ada di jawa berada di daerah besuki berupa DOLMEN yang berisi kubur batu dibawahnya
c) Di daerah Wonosari ,Yogya , Cpu dan Cirebon ditemukan kubur yang berisi kerangka manusia ,barang barang perunggu besi dan manik manik
d) Di daerah bali ditemukan SARKOFAGUS yang menyerupai peti yang berisi kerangka manusia ,barang barang perunggu besi dan manik manik
e) Benda benda peninggalan zaman ini ditemukan di Indonesia
ZAMAN BATU
A)Palaeolithikum
a) tempat tinggalnya berpindah pindah.
b)berburu
c)menangkap ikan.
d)mengumpulkan bahan makanan yang didapat dari alam.
e)berjenis pitheranthropus erectus,meganthropus ,paleojavanicus,dan homo soloensis Sangat primitif dan sederhana.
(kebudayaan pancitan)
(Kebudayaan ngandong) a) berlangsung 600.000
b) manusia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan/mempertahankan kehidupan dan dari segala macam bahaya
B)Mesolithikum
a) berburu
b) tempat tinggal agak tetap
c) mulai bercocok tanam sederhana
d) banyak yang tinggal di gua – gua dan tepi pantai *. (Kebudayaan Abris Saus Roche)
*.(Kebudayaan Bascon Hoabinh) terbagi menjadi 2:
a. kebudayaan bandung
b. kebudayaan Toala
a) Pada tepi pantai (kjokenmodinger) dan di goa – goa (Abris Saus Roche)banyak ditemukan bekas bekas kebudayaan manusia dari zaman msolithikum.
b) Kjokenmodinger merupaka corak istimewa dari zaman ini ,yang diteliti oleh Dr .P.V.Van Stein Callenfels di tahun 1925. ditempat itu ditemukan kapak genggam dan kapak pendek(berbeda dengan zaman paleolithikum kapak genggamnya )
Abris Saus Roche adalah goa yang dipakai sebagai tempat tinggal
C)Neolithikum
a) Hidupnya sudah menetap
b) Tempat tinggal tetap
c) Hidup dari hasil bercocok tanam
d) Alat kebudayaan sudah halus dan sempurna
e) Peralatan nya dibagi 2:
Kapak persegi dan kapak lojong
Merupakan kebudayaan food gathering menjadi food producing.
a) Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Helden .nama yang berdasarkan penampangnya yang berupa persegi panjang dan trapesium.
b) Kapak ini biasanya digunakan untuk acara ritual
c) Mempunyai beberapa ukuran yang besar bernama waltenbeil dan yang kecil kleheil
D)Megalithikum
a) Zaman ini disebut zaman besar
b) Di zaman ini manusia sudah bisa meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu batu besar
c) Sudah mulai mengenal kepercayaan yaitu terhadap nenek moyang
d) Pengetahuannya sudah meningkat *. Zaman ini biasa isebut zaman besar karna pada zaman ini menusai sudah bisa meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu batu besar .
*. Kebudayaan ini berkembang sampai zaman perunggu .
a) Peninggalan zaman ini benyak ditemukan di indonesia ,yang dilakukan oleh Dr.Van Der Huup dan Van Heine Teldern
b) Peninggalan yang ada di jawa berada di daerah besuki berupa DOLMEN yang berisi kubur batu dibawahnya
c) Di daerah Wonosari ,Yogya , Cpu dan Cirebon ditemukan kubur yang berisi kerangka manusia ,barang barang perunggu besi dan manik manik
d) Di daerah bali ditemukan SARKOFAGUS yang menyerupai peti yang berisi kerangka manusia ,barang barang perunggu besi dan manik manik
e) Benda benda peninggalan zaman ini ditemukan di Indonesia
Stress Artikel
What the definition of strees?
definition of strees is a condition or state of the affected body because of psychological pressure , physical illness can arise due to the weakness and low endurance at that time
impact when feeling stress.
Worry : too much focus on one thing
upset : everyone seems not friendly
tired : it’s waste of power
frustration : the process before going to crazy
depression : narrow mind
sadness : no one can help him/her
excessive work : too complicated
Unfocused : many things happens
crazy : the last impact from stress
howa to reduce stress
1. Try eliminating some tasks from your to do list
to keep our mind were balance , and relax
2. Avoid doing several tasks at the same time.
To avoid people become strees
3. meditation
because meditation it’s a time when we try to keep silent to relax and, it’s worked
4. get rest enough
Sleep restore body and mind and help us to keep mental and physical health
5. Balanced Diet to keep Nutrition
that stress can reduce the vitamin B of the body and reduce the absorption of vital nutrients. Becomes important to ensure the food we have a balanced diet. Attitude in one experience or how to respond to stressful events depends rather than how much a diet as well as in our abilities.
6. Avoid Or Limit caffeine.
Caffeine is a stimulant that really evoke stress reactions in the body(Dr. David Posen, Canadian Journal of Continuing Medical Education)
7. regular exercise( Dr.David Posen)
find activities that work best for you and start doing , for example aerobik.
8. Simple life
Sometimes the little things that actually matters most. It is amazing how a simple treatment-related fun can reduce stress , example Take time to walk on the lake or the park, playing with children or nieces or read a book. Make time in your schedule to do the simple things that bring joy to yourself.
conclusion
Some times when we fell strees it’s really disturb us to do activity , like frustration, it’s really stuck in our head, but don’t worry if you choose the way like us tell you, we sure that if you are stress you are not until grazy
definition of strees is a condition or state of the affected body because of psychological pressure , physical illness can arise due to the weakness and low endurance at that time
impact when feeling stress.
Worry : too much focus on one thing
upset : everyone seems not friendly
tired : it’s waste of power
frustration : the process before going to crazy
depression : narrow mind
sadness : no one can help him/her
excessive work : too complicated
Unfocused : many things happens
crazy : the last impact from stress
howa to reduce stress
1. Try eliminating some tasks from your to do list
to keep our mind were balance , and relax
2. Avoid doing several tasks at the same time.
To avoid people become strees
3. meditation
because meditation it’s a time when we try to keep silent to relax and, it’s worked
4. get rest enough
Sleep restore body and mind and help us to keep mental and physical health
5. Balanced Diet to keep Nutrition
that stress can reduce the vitamin B of the body and reduce the absorption of vital nutrients. Becomes important to ensure the food we have a balanced diet. Attitude in one experience or how to respond to stressful events depends rather than how much a diet as well as in our abilities.
6. Avoid Or Limit caffeine.
Caffeine is a stimulant that really evoke stress reactions in the body(Dr. David Posen, Canadian Journal of Continuing Medical Education)
7. regular exercise( Dr.David Posen)
find activities that work best for you and start doing , for example aerobik.
8. Simple life
Sometimes the little things that actually matters most. It is amazing how a simple treatment-related fun can reduce stress , example Take time to walk on the lake or the park, playing with children or nieces or read a book. Make time in your schedule to do the simple things that bring joy to yourself.
conclusion
Some times when we fell strees it’s really disturb us to do activity , like frustration, it’s really stuck in our head, but don’t worry if you choose the way like us tell you, we sure that if you are stress you are not until grazy
Langganan:
Postingan (Atom)
