Selasa, 02 November 2010

Proses Masuknya Hindu - Budha ke Indonesia

Proses Masuknya Hindu - Budha ke Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra yang merupakan daerah persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.
Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.
Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.
Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu - Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang proses masuknya agama Hindu - Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.
terdapat beberapa pendapat/hipotesa Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia yaitu antara lain.
1. Teori Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.
2. Teori Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.
3. teori Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.
Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyebrangi laut.
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
• Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik.
Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.
Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).
Wujud Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Indonesia
1. Bahasa
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat Anda temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.


2. Religi/Kepercayaan
Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme.

3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India.

Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun.
Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana, Ksatria , Waisya dan Sudra.
Kasta-kasta tersebut yang dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.
Sistem Pengetahuan
Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M

Peralatan Hidup dan Teknologi
Salah satu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India..

Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni rupa, seni
sastra dan seni pertunjukan . Dalam seni rupa contoh wujud akulturasinya dapat dilihat dari relief dinding candi, gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu kisah/cerita yang berhubungan dengan ajaran agama Hindu ataupun Budha.

seputar seni rupa tradisi, modern dan kontemporer Indonesia.

ZAMAN MANUSIA KEBUDAYAAN KETERANGAN
ZAMAN BATU
A)Palaeolithikum
a) tempat tinggalnya berpindah pindah.
b)berburu
c)menangkap ikan.
d)mengumpulkan bahan makanan yang didapat dari alam.
e)berjenis pitheranthropus erectus,meganthropus ,paleojavanicus,dan homo soloensis Sangat primitif dan sederhana.
(kebudayaan pancitan)
(Kebudayaan ngandong) a) berlangsung 600.000
b) manusia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan/mempertahankan kehidupan dan dari segala macam bahaya

B)Mesolithikum
a) berburu
b) tempat tinggal agak tetap
c) mulai bercocok tanam sederhana
d) banyak yang tinggal di gua – gua dan tepi pantai *. (Kebudayaan Abris Saus Roche)
*.(Kebudayaan Bascon Hoabinh) terbagi menjadi 2:
a. kebudayaan bandung
b. kebudayaan Toala

a) Pada tepi pantai (kjokenmodinger) dan di goa – goa (Abris Saus Roche)banyak ditemukan bekas bekas kebudayaan manusia dari zaman msolithikum.
b) Kjokenmodinger merupaka corak istimewa dari zaman ini ,yang diteliti oleh Dr .P.V.Van Stein Callenfels di tahun 1925. ditempat itu ditemukan kapak genggam dan kapak pendek(berbeda dengan zaman paleolithikum kapak genggamnya )
Abris Saus Roche adalah goa yang dipakai sebagai tempat tinggal

C)Neolithikum
a) Hidupnya sudah menetap
b) Tempat tinggal tetap
c) Hidup dari hasil bercocok tanam
d) Alat kebudayaan sudah halus dan sempurna
e) Peralatan nya dibagi 2:
Kapak persegi dan kapak lojong
Merupakan kebudayaan food gathering menjadi food producing.
a) Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Helden .nama yang berdasarkan penampangnya yang berupa persegi panjang dan trapesium.
b) Kapak ini biasanya digunakan untuk acara ritual
c) Mempunyai beberapa ukuran yang besar bernama waltenbeil dan yang kecil kleheil
D)Megalithikum
a) Zaman ini disebut zaman besar
b) Di zaman ini manusia sudah bisa meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu batu besar
c) Sudah mulai mengenal kepercayaan yaitu terhadap nenek moyang
d) Pengetahuannya sudah meningkat *. Zaman ini biasa isebut zaman besar karna pada zaman ini menusai sudah bisa meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu batu besar .
*. Kebudayaan ini berkembang sampai zaman perunggu .
a) Peninggalan zaman ini benyak ditemukan di indonesia ,yang dilakukan oleh Dr.Van Der Huup dan Van Heine Teldern
b) Peninggalan yang ada di jawa berada di daerah besuki berupa DOLMEN yang berisi kubur batu dibawahnya
c) Di daerah Wonosari ,Yogya , Cpu dan Cirebon ditemukan kubur yang berisi kerangka manusia ,barang barang perunggu besi dan manik manik
d) Di daerah bali ditemukan SARKOFAGUS yang menyerupai peti yang berisi kerangka manusia ,barang barang perunggu besi dan manik manik
e) Benda benda peninggalan zaman ini ditemukan di Indonesia

Stress Artikel

What the definition of strees?
definition of strees is a condition or state of the affected body because of psychological pressure , physical illness can arise due to the weakness and low endurance at that time

impact when feeling stress.
Worry : too much focus on one thing
upset : everyone seems not friendly
tired : it’s waste of power
frustration : the process before going to crazy
depression : narrow mind
sadness : no one can help him/her
excessive work : too complicated
Unfocused : many things happens
crazy : the last impact from stress


howa to reduce stress
1. Try eliminating some tasks from your to do list
to keep our mind were balance , and relax

2. Avoid doing several tasks at the same time.
To avoid people become strees

3. meditation
because meditation it’s a time when we try to keep silent to relax and, it’s worked

4. get rest enough
Sleep restore body and mind and help us to keep mental and physical health

5. Balanced Diet to keep Nutrition
that stress can reduce the vitamin B of the body and reduce the absorption of vital nutrients. Becomes important to ensure the food we have a balanced diet. Attitude in one experience or how to respond to stressful events depends rather than how much a diet as well as in our abilities.

6. Avoid Or Limit caffeine.
Caffeine is a stimulant that really evoke stress reactions in the body(Dr. David Posen, Canadian Journal of Continuing Medical Education)


7. regular exercise( Dr.David Posen)
find activities that work best for you and start doing , for example aerobik.
8. Simple life
Sometimes the little things that actually matters most. It is amazing how a simple treatment-related fun can reduce stress , example Take time to walk on the lake or the park, playing with children or nieces or read a book. Make time in your schedule to do the simple things that bring joy to yourself.


conclusion
Some times when we fell strees it’s really disturb us to do activity , like frustration, it’s really stuck in our head, but don’t worry if you choose the way like us tell you, we sure that if you are stress you are not until grazy

NO CANDI DAN BERDIRI TAHUN PENDIRI DAN BERDIRI TAHUN KERAJAAN KETERANGAN

NO CANDI DAN BERDIRI TAHUN PENDIRI DAN BERDIRI TAHUN KERAJAAN KETERANGAN
1. Prambanan
Hindu Rakai Pikatan & Rakai Balitung
Sekitar 850 M Mataram kuno-Dinasti Sanjaya Letaknya kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

2 Cangkuang
Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda
3 Kidal
Hindu 1248 M
singasari Tempat raja anusapati diruwatkan dan dimuliakan sebagai siwa
Mengingat Jasa besar Anusapati
Berisi pesan moral pembebasan dari perbudakan
4 Jago
Hindu Abad 13 SinghasariTempat Wisnuwardhana didharmakan
Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu
Berlokasi di kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, atau sekitar 22 km dari kota Malang,
Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini.
5 Jawi
Hindu Tempat Kertanegara didarmakan
6 Ngetos
Hindu Tempat hayam wuruk didarmakan
7 Candi Gedong 927 M Kerajaan Syailendra . Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat lima buah candi.
8 Candi badut 760 Masehi kerajaan Kanjuruhan
Candi Badut terletak di kawasan Tidar, kota Malang. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Tidar. Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan

9 Gunung Wukir 732 M (654 tahun Saka).
Kerajaan mataram kuno Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya

10 Panataran
Candi Panataran adalah sebuah candi berlatar belakang Hindu (Siwaitis) yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar. Kompleks candi ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur. Candi ini mulai dibangun dari kerajaan Kadiri dan dipergunakan sampai dengan kerajaan Majapahit. Candi Penataran ini melambangkan penataan pemerintahan kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa Timur.
11 Singosari
1292 M singhasari candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292

12 Tikus
Sekitar abad 13-14 Majapahit Candi Tikus adalah sebuah candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di kompleks Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur

13 Cetho abad ke-14
Majapahit Fungsi candi ini tidaklah berbeda dengan candi Hindu yang lain yakni sebagai tempat pemujaan.
Candi Cetho terdiri dari sembilan trap (tingkat) berbentuk memanjang kebelakang dengan trap terakhir sebagai trap utama pemujaaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa
14 Candi Sukuh
Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang terletak di Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah.
ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni.
Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas.
Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut
15 Candi Arjuna
Sekitar abad ke 7 atau 8 yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.
Dibangun pada tahun 809, Candi Arjuna merupakan salah satu dari delapan kompleks candi yang ada di Dieng

16 Candi Abang
Sekitar abad ke 9-10 Kerajaan mataram Kuno Candi Abang adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Banyunibo dan Candi Barong, yaitu di dusun CandiAbang, kelurahan Jogotirto, kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta, tidak jauh dari bandara Adisucipto.
dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batubata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa),

17 Candi Barong
Sekitar abad ke 9 -10 Kerajaan Matarm Kuno Candi Barong yang mempunyai hiasan kala dan naga mirip seperti barong pada pintu masuknya adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko, yaitu di dusun Candisari, kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta.
Pada teras tertinggi terdapat 2 buah candi untuk pemujaan dewa Wisnu dan dewi Sri sebagai lambang kesuburan
18 Candi Kalasan/Candi Tara
candi ini dibuat oleh dua raja secara bersama-sama yaitu raja dari Wangsa Syailendra dan raja dari Mataram Hindu
Skitar akhir abad 8 atau awal abad 9
Kerajaan Syailendra
candi dibangun untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tara.
Candi ini memiliki tinggi 6 meter dan 52 stupa
19 Candi Ijo
dibangun pada abad ke-9 Kerajaan mataram kuno Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 km di sebelah timur kota Yogyakarta Candi ini merupakan kompleks 17 buah bangunan yang berada pada sebelas teras berundak. Pada bagian pintu masuk terdapat ukiran kala makara, berupa mulut raksasa (kala) yang berbadan naga (makara.
Candi Borobudur. Dalam kompleks candi ini terdapat tiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat Hindu kepada Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa.
Ringkasan ekonomi :by Andre Raditya
ttg Manajement dank kwan”

FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi” manajemen seperti plannig organizing dan Controlling.
 PERENCANAAN (PALNNING)
Fungsi manjemne paling utama ,karana merupakan awal dari kegiatan
Pertayaan yang mendasar pada perncanaan
a. What
Manajer harus bisa menjawab apa yang ingin dicapai dan dirumuskan dalam tujuan tertentu
b. Why
Manajer harus bisa menjwab mengapa hal itu bisa menjadi tujuan
c. Where
Manajer harus dapat mempertanggungjawabkan pemilihan lokasi perusahaan
d. When
Manajer harus dapat mengambil keputusan tepat waktunya
e. Who
Manajer harus dapat mempertanggungjawabkan mengapa orang” itu dipilih u melksanakan suatu perkerjaan
f. How
Manajer harus dapat menentukan bagaimana menjalankan suatu pekerjaan

Pembagian perencanaan
1. Perencanaan jenjang atas( Top-Level)
Lebih bersifat Strategis (menyangkut kepentingan umum) , > 5 thn
2. Perencanaan jenjang menengah ( middle-level)
Lebih bersifat administrative ( menyangkut tujuan perencanaan itu) 1-5 thn
3. Perencanaan jangka pendek ( low-level)
Lebih bersifat operasional ( pelaksanaan tujuan perusahaan) < 1 thn

Syarat” perencanaan
1. Tujuan jelas
2. Sederhana
3. ada analisi”
4. fleksibel
5. keseimbangan tujuan dan tanggung jawab
6. kesannya efektif dan efisien

Manfaat perencanaan
1. pelakasnaan tugas jadi lebih tepat dan terarah
2. penelitian lebih akura
3. ada standar” tindakan/biaya
4. pedoman melaksanaan kegiatan


 PELAKSANAAN(ACTUACTING)
Suatu fungsi manajement agra orang” berkerja sesuai tujuan yang ditetapkan
Menuruf prof. Abrham Maslow ”Motivation and Personality” menceritkan kalau seseorang itu mempunyai kebutuhan
1. Kebutuhan Fisologis : Kebutuhan yang berkaitan dengan fisik /kebuthan primer
2. Kebutuhan keamanan dan keselamatan : merasa nyaman ditempat kerja
3. Kebutuhan Sosial : kebutuhan bersama yaitu ingin diterima dan dihargai
4. Kebutuhan Prestise : ingin mengembangkan bakat yang dimiliki karyawan
5. Kebuthan Aktualisasi Diri : tiap orang harus punya cita” dlm bekerja

Menurut Elton Mayo , orang akan termotivasi itu terkait dengan kenyamana tempat kerjany(merasa aman)
Menurut Fredirich W Taylor , orang akan termotivasi itu terkait dengan besar kecilnya upah yang diberi
Menurut Mc.Greggor , dengan melihat teori X dan teori Y. Teori X melihat keburukan dan , teori Y melihat kebaikan. Spaya faktor X dapt dhlangkan maka harus lebih menonjolkan faktor Y.

JENJANG” MANAJEMEN
Manajemen Puncak ( Top Management)
1. Pengambil keputusan dalam perkembangan perusahaan
2. mentapkan kebijakan opersional ( pembukaan pabrik/cabang baru)
3. membimbing interaksi dengan lingkungan ( komunikasi/ rapat staff)

Manjemen Menerngah ( Middle Management )
1. pemimpin suatu divisi
2. mengembangkan rancana operasi
3. menjalankan tugas yang ditetapkan manajemn puncak
4. bertanggung jawab terhadap manajemen puncak

Manjemen Bawah ( Supervisory Management)
1. menjalankan rencana operasi manajemen menengah
2. Mengawasi pekerja
3. brtanggung jwab terhadap manajemn menengah


TIGA GAYA KEPIMPINAN DALAM PERUSAHAAN
1. Otoriter
Ciri ”
mengambil keputusan tanpa melihat bawahan
Kelebihan
a. mengambil keputusan lebih cepat
b. lebih disegani oleh bawahan
Kekurangan
a. tidak ada komunikasi yang bersifat manusiawi
b. karyawan tertekan
c. tidak ada aspirasi
d. pemimpin sewenang”
e. motivasi karyawan rendah
f. kurangnya komunikasi atasan dan bawaahan

2. Bebas
Ciri ”
Keputusan diambil bwahan, bawahan dapat menyelesaikan masalah
Kelebihan
a. Kreatifitas karywan lebih tampak
b. Motivasi karyawan tinggi
c. Aspirasi tersampaikan
d. Rasa tanggung jwab tinggi
e. Karywan merasa lebih dihargai
Kekurangan
a. sering terjadi konflik antar anggota
b. hasilnya kurang memuaskan
c. keptusan lambat

3. Demokratis
Ciri”
Bwahan dan atasan lebih dilibatkan dalam pengambilan keputusan


Kelebihan
a. karyawan bisa mengekspresikan diri
b. karywan lebih termotivasi
c. krywan dpt memaksimalkan potensi diri
d. ada komunikasi
e. ada aspirasi
Kekurangan
a. Kpetusan lambat
b. Tidak efisen(waktu dan biaya)
c. Konflik antar anggota


Semua diatas dpat memakai 3 cara
1. Mengetahui kondisi organisasi
2. tw karakteristik oragnisasi(pengaruh oraganisasi di dalam masyarakat)
3. tw struktur oragnisasi(maslah” yang akan dihadapin oleh oraganisasi)






 PENGAWASAN(CONTROLLING)
Pengawasam meruapakan tindakan untuk mengawasi / membenarkan kesalahan yang terjadi agar berjalan sesuai tujuan yang ditetapkan
Title: Henry Fayol ” General Industrial Management”
Tujuan :
1. Pekerjaan sesuai rencana
2. menciptakan kondisi agar karyawan mempunyai rasa tanggung jawab
3. mengkoreksi kesalahn” terhadap kegagalan
4. mencari solusi terhadap permasalahn yang dihadapi
5. mencegah terjadi kesalahan

Pengawasan Dapat Berjalan Efektif Bila Memperhatikan:
1. Jalur( Routing)
Pemimpin tahu dimana sering terjadi kesalahan
2. Penetapan waktu ( Scheduling)
Pemimpin akan memeriksa sesuai ketentuan waktu yang ditetapkan( tapi lebih efektif Inspeksi Mendadak dari pada yang terjadwal)
3. Perintah Pelakasanaan( Dispacthing)
Prinsip perintah dilakukan agar pekerjaan dilakukan selesay tepat pada waktunya.
4. Tindak lajut( Follow Up)
Pemimpin mencari solusi bila menghadapi masalah

William H Newman menurutnya pengawasan yang baik itu mampu menjamin adanya tindakan perbaikan( checking , reporting corecctive N action )

 PENGORGANISASIAN(ORGANIZING)
Keseluruhan proses pengelompokan orang”/alat”/tugas/tanggung jwab/wewenang sehingga menciptkan suatu kesatuan .

Unsur Organisasi
1. ada kerja sama
2. melakuakan tujuan yang ditetapkan
3. mencapai tujuan

Manfaat Pengorganisasian
1. menciptakan pembagian tugas
2. spesialisasi
3. tahu tugas”ny

Fungsi Pengorganisasian
1. Pendelagisan wewenang diri
2. pembgian tugas jelas
3. ada manajer puncak


TEORI – TEORI MANAJEMEN
A. Aliran Klasik
Manajemen berdasarkan fungsinya
B. Aliran Perilaku
Kajian pada aspek manusia dan Perlunya manajemen memperhatikan manjemen
C. Aliran Manajemen Ilmiah
Lebih ke pendkatan kuantitatif ,mrpakan saran menyelesaikan maslah manajemen
D. Aliran Analisis sistem
Lebih fokus terhadap maslah lain yang berkaitan dlm mengmbngkan teoriny
E. Aliran manajemen berdasarkan Hasil
Fokus terhadap hasi;” yang dicapai
F. Aliran Manajemen Mutu
Fokus pada kepuasan konsumen
BIDANG” MANAJEMEN
1. MANAJEMEN PRODUKSI
Rangkaian kegiatan yang terencana dan terkendli dlm rangka mengubah input menjadi output dan mengevaluasi terhadap output melalui umpan balik
Produksi
1. Produksi massal ( mass production )
Prdksi yang hanya menghsilkan jmlah barag yang bnyak dan hanya 1 jenis brg (pabrik minyak)
2. Produksi pesanan ( job production )
Produksi yang memprdksi brg sesuai pesanan
( tukang jahit /real eastate )
3. Produksi kelompok ( bacth production )
Produksi yang menghslkan brg” dlm kelompok” tertentu
( perusahaan garmen )
4. Produksi aliran ( Flow production )
Produksi yang menghslkan scra trus mnrus
( pengeboran minyak)
Perancangan sistem produksi
1. Rancangan Produksi
Mengertahui berbagai aspek yang berkaitan dengan proses produksi
2. Volume Produksi
Mempertimbangkan kapasitas produksi
3. Proses Produksi
Mempertimbangkan proses produksi yang paling efisien
4. Lokasi dan Tata Letak
Setelah proses produksi dipilih , lalu merancang lokasi dan tata letak produksi
5. Rancangan Pekerjaan
Menentukan pembagian kerja, standar kerja


2. MANAJEMEN PEMASARAN
Kegiatan pengaturan secra optimal agar penyampain brg dri produsen ke konsumen dapat berjalan lancar
Manajemen Pemasaran
Definisi
1. Pasar
interaksi antara penjual dan pembeli dlam melakukan transaksi
brang / jasa dan menggunakan sarana pembayaran
2. Pemasaran
Proses sosial dan Manjerial dimana orang mendptkan apa yang diinginkan dengan menciptakan / pertukaran produk dan nilai
3. Manajemen Pemasaran
Kegiatan pengaturan secara optimal agar penyampaian brang dari produsen ke konsumen dapat berjalan lancar
Riset Pasar
1. Riset Sekunder
Riset yang menggunakan data dari lembaga riset
2. Riset Primer
Riset yang mengambil data dari perusahaan senciri
Segmentasi
1. Geografis
Pengelompokan konsumen berdasrkan wilayah/daerah
2. Demografis
Pengelompokan konsumen berdasarakan banyaknya penduduk / jenis kelamin
3. Sosial
Pengelompokan konsumen berdasarakan indikator sosial
Target Pasar
Targeting
Pengelompokan sejumlah pasar kedalam kelompok pasar yang homogen
Posisi Pasar
Positioning
Penempatan Produk
Ciri”
Menunjukan keunikan suatu produk
Tujuan
Membedakan dengan produk lain

Bauran Pemasaran (4P)
1. Product
Mampu mengidentifikasi apa yang diiginkan oleh konsumen
2. Price
Memainkan peran penting dalam pemasaran(harga mahal/ murah)
3. Promotion
Menentukan keberhasilan produk dengan promosi melalui media promosi
4. Place
Konsumen mudah mendapatakan barang tersebut(distribusi yang baik)



Product life cyle
1. Daur hidup produk(Product life cyle = Usia dan jangka waktu yang dilewati suatu barang )










Bauran Pemasaran






1. Introduction
• Prduk baru diperkenalkan
• Biaya promosi sangat bsar
• Nilai penjualannya kecil
2. Growth
• Kenaikan dalam nilai penjualannya
• Biaya produksi dikurangi
• Prusahaan mulai mendapt untung
3. Maturation
• Nilai penjualanya mningkat
• Laba meningkat
• Muncul para pesaing
4. Saturation
• Nilai penjualan turun
• Makin banyak pesaing
5. Decline
• produk mulai kurang dikenali
• nilai penjualan turun drastis
• produk hilang


Pemasaran Internasional
1. Peluang
2. Tantangan


3. MANAJEMEN KEUANGAN
Pengertian
Manajemen yang berhubungan dengan bgaimana cara mendaptkan dana ang dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
Sumber dana
Manajer harus dapat memilih dana yang akan digunakan , dana dapat bersal dari dalam / luar perusahaan
a. Internal= kebijakan menahan pembagian dividen
Sumber
• Modal pribadi(pemilik)
• Laba ditahan
• Penjualan Asset perusahaan
b. Eksternal = Pasar modal , pinjaman dari bank
Sumber
• Pinjaman
• Obligasi
• Subsidi pemerintah
• Penyertaan modal ( modal Ventura)
• Hinbah (bantuan pemerintah u sektor tertentu)
Penggunaan dana
Dana yang digunakan harus digunakan sebaik mungkin
a. Penanaman modal jangka pendek ( <1 thn , bersifat sementara )
• Tabungan / Deposito
• Penanaman Modal / Beli Mesin
b. Penanaman Modal jangka Panjang ( >1 tahun , bersifat permanen
• Pembangunan gedung
• Pembelian tanah
• Pembuatan pabrik bru


Pengendalian
Unuk efisiensi dan efektifitas , sebaiknya perusahaan mntapkan pola penggunaan dana yang disertai pola pengawasannya


Diwujudkan dlm laporan keuangan( AUDITOR)
1. Rentabilitas
Kemampuan perusahaan memperoleh laba
2. Likuiditas
Kemampuan perusahaan melunasi utang” jangka pendek perusahaan

3. solvabilitas
Kemampuan perusahaan melunasi utang” jangka panjang perusahaan

4. MANAJEMEN PERSONALIA
Pengertian
Perencanaan perngorganisasian pengarahan dan pengendalian atas pengadaaan tenaga kerja ,pengembangan kompensasi integrasi pemeliharaan dan PHK.
Rekruitmen
a. Analisis jabatan
Menganalisis jabatan yang akan diisi
b. Seleksi
Untuk memastikan siapa yang ditunjuk
c. Pendidikan dan pelatihan
Mempersiapakan pegawai u bekerja memerlukan proses ,yaitu dgn pelatihan

Analisis jabatan


Deskripsi jabatan


Spefikasi jabatan


Lowongan pekerjaan


Pendidikan dan pelatihan










Penilaian pegawai
Objektif
Kemampuan
Dedikasi dan Motivasi



Promosi dan Mutasi
1. Pertimbangan untuk memberhentikannya
Yang bersangkutan tidak layak menjadi pegawai
a. sering mlkukan pelanggaran yang sengaja
b. tidak dpt bekerja sma
c. tdk pnya kmmpuan
2. Dipindahkan ke lingkup yang lebih kecil
Tidak mampu mengisi lagi jabatan
3. Dipindahkan ke Jabatan yang lain
Tidak cocok terhadap pekerjaan yang sekarang
4. Promosi
Pemberian kepercayaan untuk menduduki jabatan uang lebih tinggi

Motivasi pegawai
Teori Motivasi
1. F.W Taylor
Motivasi karena Gaji (uang : gaji ; bonus ; hadiah ; saham pmbgian laba)
(Non Uang : kendaraan ;tmpt tinggal;kbthan pokok )
2. Elton Mayo( Kondisi kerja , nyaman/ tidak)
3. Maslow ( hirarki kebutuhan )
4. Herzberg ” hygiene theory” ( upah bisa mendorong bisa juga tidak memotivasi karyawan )
b. Job Enrichment : Memperkaya bidang tugas (karyawan mulai diikut sertakan dalam pengambilan keputusan)
c. Job Enlargment : Bidang tugas diperluas , seniot mendampingi karyawan baru
5. Mc Greggor ( Teori X dan Teori Y , melihat keburukan dan kebaikan karyawan)

5. MANAJEMEN ADMINISTRASI
Memberi perhatian pada pemberian layanan dibdang adminstrasi , penggunaan alat yang efisien
1. Pengadministrasian kegiatan
Kgiatan dalam organisasi sgt besar , maka harus dlengkapi dengan pengadministrasian terpadu , sehingga kegiatan” lebih tersusun
2. Pemakaian alat” perkantoran
Pemakaain alat” kantor harus lebih efisien dan efektif gar dapat menunjang kemajuan organisasi
3. Pemeliharaan oragnisasi
Hrus dpat memikirkan keserasian dan efektivitas organisasi secara keseluruhan.






6. MANAJEMEN PERKANTORAN
Seiring kemajuan teknologi informasi, maka pekerjaan kantor perlu dikelola secara modern dengan menggunakan manajemen perkantoran .


George Terry , Manajemen Perkantoran adalah:
Perencanaan , pengendalian dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran serta menggerakan mereka agar mencapi tujuan yang tlah dittpkan .
Kegiatan yang mencakup manajemen perkantoran :
1. kegiatan komunikasi
Mnerima / mnggunakan telpon
2. kegiatan kalkulasi
perhitungan biaya
3. kegiatan administratif
Pengarsipan surat”
4. Penyusunan laporan
Laporan laba - rugi
5. kgitan yg mengikuti prosedur sehari”
penyediaan perlengkapan kantor

Pantun isang-isang

disana hujan disini mendung
kalau jalan hati-hati ada preman
kalau ada orang lagi merenung
jangan lupa dihati selalu ada teman

ada udang di balik batu
hati hati kalau berkata
meski hanya mendapatkan satu
jadilah orang yang lapang dada

ada pepatah berkata "masih banyak ikan di laut
disana bulan dan disitu bintang
tidaklah kecantikan membuat iman terpaut
karena bukan hanya dirimu seorang

berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian
jangan jadi banci atau cengengesan
bersakit-skit dahulu bersenag-senang kemudian
adalah kunci dari sebuah kesuksesan

buah pepaya buah mangis
bawalah biji buah nanas ditambah nasi
aduh sayang janganlah kau menangis
karna hati yang panas bisa membawa emosi

disini rumah disana gua
didalamnya ada pohon palam
hei wanita yang cantik nan jelita
jangan lupa doa karna ini sudah malam
NitEzzz

ikan sepat ikan mujarab
sama-sama bikin kenyang
wahai sobat dan kerabat
hiduplah kini dengan tenang

beli batik di jogja
makan pisang di surabaya
si neng yang cantik nan jelita
hati abang jadi membara.

DI/TII

Kata Pengantar
Puji dan Syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat-Nya dan Kemurahan-Nya saya dapat menyelesaikan tugas kinerja ilmiah ini dengan baik dan semampunya.
Tujuan saya membuat tugas kinerja ini agar saya dapat memiliki nilai kinerja ilmiah mengetahui tentang Terjadinya Disintegrasi Bangsa di Indonesia dalam mata pelajaran Sejarah. Selain itu juga tujuan saya yang lain adalah agar saya dapat mengetahui penyebab dan perjuangan terjadinya pemberontakan (DI/TII, PKI Madiun, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI/PERMESTA) serta cara pemerintah pada saat itu untuk menanggulanginya.
Dalam pembuatan ini juga saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan oleh Pak Ade sebagai guru pembimbing pelajaran Sejarah ini. Serta teman – teman yang telah bersedia membantu saya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua teman – teman yang membacanya untuk mengetahui pemberontakan yang pernah terjadi di Indonesia. Maka dari itu saya berharap bagi pembaca/teman – teman yang membacanya dapat memberi saran dan kritik bagi saya. Maaf apabila ada kata atau pun ada kalimat yang salah digunakan dalam pengetikannya.

Palembang,November 2009

















Daftar isi
Kata Pengantar ........................................................................1
Daftar Isi ........................................................................2
1. Gerakan DI/TII
A. DI/TII Jawa Barat ........................................................................3
B. DI/TII Jawa Tengah ........................................................................3
C. DI/TII Sulawesi Selatan ........................................................................4
D. DI/TII Aceh ........................................................................4
E. DI/TII Kalimantan Selatan .....................................................................4-5
2. Pemberontakan PKI Madiun ........................................................................5
3. Pemberontakan APRA ........................................................................6
4. Pemberontakan Andi Aziz ........................................................................6
5. Pemberontakan RMS ........................................................................7
6. Pemberontakan PRRI/PERMESTA .....................................................................7-9
Daftar Pustaka ......................................................................10





















1. Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII)

A. DI/TII Jawa Barat
Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat berawal dengan ditandatanganinya Persetujuan Renville pada 17 Januari 1948 .Sekar Marijan Kartosuwiryo mendirikan Darul Islam (DI) bersama pasukannya yang terdiri atas Hizbullah dan Sabillah(kurang lebih sebanyak 4000 orang . Ia menolak untuk membawa pasukannya ke Jawa Tengah dan tidak mengakui lagi keberadaan RI. dan tujuannya juga menentang penjajah Belanda di Indonesia. Akan tetapi, setelah makin kuat, S.M.Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 17 Agustus 1949 di Desa Cisayong,Jawa Barat dan tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII) saat itu lah tidak sedikit rakyat yang menjadi korban. Upaya pemerintah untuk menghadapi gerakan DI/TII pemerintah bekerja sama dengan rakyat setempat.Dan dijalankan lah taktik dan strategi baru yang disebut Perang Wilayah.Pada 1 April 1962 dilancarkan Operasi Bharatayuda yaitu operasi penumpasan gerakan DI/TII. Dengan taktis Pagar Betis. Pada tanggal 4 juni 1962, S.M.Kartosuwiryo beserta para pengikutnya berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat.Ia sempat mengajukan grasi kepada Presiden,tetapi di tolak. Akhirnya S.M.Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati di hadapan regu tembak dari keempat angkatan bersenjata RI 16 Agustus 1962.

B. DI/TII Jawa Tengah
Gerakan DI/TII di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah dan Kyai Sumolangu di bagian utara, yang bergerak di daerah Tegal, Brebes dan Pekalongan. Inti kekuataanya adalah pasukan Hizbullah yang dibentuk di Tegal,1946 dan pada 23 Agustus 1949, Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam dan menyatakan brgabung dengan DI/TII S.M.kartosuwiryo.Pasukannya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII) dengan sebutan Batalion Syarif Hidayat Widjaja Kusuma(SHWK).Untuk menghancurkan gerakan ini, Januari 1950 dibentuk Komando Gerakan Banteng Negara (GBN) dibawah Letkol Sarbini. Pemberontakan di Kebumen dilancarkan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) yang dipimpin oleh Kyai Moh. Mahfudh Abdurrahman (Kyai Sumolanggu) Gerakan ini berhasil dihancurkan pada tahun 1957 dengan operasi militer yang disebut Operasi Gerakan Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro. Gerakan DI/TII itu pernah menjadi kuat karena pemberontakan Batalion 426 di Kedu dan Magelang/ Divisi Diponegoro. Didaerah Merapi-Merbabu juga telah terjadi kerusuhan-kerusuhan yang dilancarkan oleh Gerakan oleh Gerakan Merapi-Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini juga dapat dihancurkan. Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah Gerakan Banteng Nasional dilancarkan operasi Banteng Raiders.


C. DI/TII Sulawesi Selatan
Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakar.Latar belakang pemberontakan ini berbeda dari yang terjadi di Jawa barat dan Jawa tengah. Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar mengirim surat kepada Pemerintah pusat untuk membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke dalam APRIS. Tenyata Kahar Muzakar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak diantara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan serta pada tahun 1952, ia menyatakan bahwa wilayah Sulawesi Selatan menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan S.M.Kartosuwiryo di Jawa Barat pada tanggal 7 Agustus 1953. Penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar memakan waktu lebih dari 14 tahun. Faktor yang menjadi penyebab lamanya adalah rasa kesukuan yang ditanamkan dan gerombolan ini telah berakar di Hati rakyat Kahar Muzakar dan gerombolannya mengenal sifat rakyat dan memanfaatkan lingkungan alam yang sangat dikenalnya. Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakar tertembak mati dalam sebuah kontak senjata dengan pasukan RI.

D. DI/TII Aceh
Adanya berbagai masalah antara lain masalah otonomi daerah, pertentangan antargolongan, serta rehabilitasi dan modernisasi daerah yang tidak lancar menjadi penyebab meletusnya pemberontakan DI/TII di Aceh.Daerah Aceh sebelumnya menjadi daerah istimewa diturunkan statusnya menjadi daerah Karasidenan di bawah provinsi Sumatera Utara. Gerakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh yang pada tanggal 21 September 1953 memproklamasikan daerah Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan S.M.Kartosuwiryo dan memutuskan hubungan dengan Jakarta. Pemberontakan DI/TII di Aceh diselesaikan dengan diadakannya musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh pada tanggal 17 – 28 Desember 1962 atas inisiatif Pangdam I Bukit Barisan, Kolonel Jasin. Dalam musyawarah ini, dibicarakan berbagai permasalahan yang dihadapi dan kesalahpahaman yang terjadi.Akhirnya dari musyawarah bersama tersebut ialah pulihnya kembali keamanan di daerah Aceh.

E. DI/TII Kalimantan Selatan
Pada akhir tahun 1950,Kesatuan Rakyat Jang Tertindas(KRJT) melakukan penyerangan ke pos-pos TNI di Kalimantan Selatan. KRJT dipimpin seorang mantan Letnan dua TNI yang bernama Ibnu Hadjar alias Haderi alias Angli.Ibnu Hadjar sendiri kemudian menyerahkan diri. Akan tetapi , setelah merasa kuat dan memperoleh peralatan perang, ia kembali membuat kekacauan dengan bantuan Kahar Muzakar dan S.M.kartosuwiryo. Pada tahun 1954, Ibnu Hadjar diangkat sebagai panglima TII wilayah Kalimantan. Akhirnya, Pemerintah melalui TNI berhasil mengatasi gerakan yang dilakukan oleh Ibnu Hadjar pada tahun 1959 dan Ibnu Hadjar berhasil ditangkap dan pada 22 maret 1965 dan ia dijatuhkan hukuman mati oleh pengadilan militer.

2. Pemberontakan PKI Madiun 1948
Amir Syarifuddin mengecam hasil Perjanjian Renville dan menyusun kekuatan dalam Front Demokrasi Rakyat(FDR) yang dibentuk pada tanggal 28 Juni 1948 di Surakarta, Front ini menyatukan semua golongan sosialis kiri dan komunis. Kekuatan PKI makin bertambah besar setelah kedatangan Musso dari Uni Soviet. Muso menyusun doktrin PKI dengan nama Jalan Baru dengan dibentuknya Front Nasional, yaitu penggabungan segala kekuatan sosial, politik, dan perorangan yang berjiwa antiimperialistis dan untuk menjamin kelangsungan Front Nasional maka dibentuklah Kabinet Front Nasional yang terdiri dari PKI, Partai Sosialis, dan Partai Buruh Indonesia. Selain itu, didukung pula oleh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).
Insiden di Delanggu menjadi insiden bersenjata di kota Surakarta antara pendukung Front Demokrasi Rakyat dengan kelompok Tan Malaka yang bergabung dalam Gerakan Revolusi Rakyat, maupun dengan pasukan hijrah TNI. Insiden-insiden memang telah direncanakan oleh PKI yang bertujuan daerah Surakarta dijadikan daerah kacau, sedangkan daerah Madiun dijadikan basis gerilya. Aksi PKI memuncak pada tanggal 18 September 1948 dengan ditandai para tokoh PKI mengumumkan berdirinya Soviet Republik Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk meruntuhkan Republik Indonesia hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan ajaran komunis. Panglima Besar Jenderal Sudirman langsung mengeluarkan perintah untuk merebut Madiun kembali. Panglima Besar Jenderal Sudirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto dari Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono dari Jawa Timur untuk memimpin penumpasan terhadap kaum pemberontak.Pada waktu yang sama Musso menyerang pemerintah dengan mengatakan bahwa Soekarno-Hatta telah menjalankan politik kapitulasi kepada Belanda dan Inggris, serta hendak menjual tanah air kepada kapitalis.Kemudian pemerintah mengambil tindakan dengan melancarkan Gerakan Operasi Militer I. Pimpinan Operasi tersebut diserahkan kepada Kolonel A.H.Nasution beliau menjabat sebagai Panglima Markas Besar Komando Djawa(MBKD).Pada tanggal 30 September 1948, Madiun berhasil direbut kembali dan dalam operasi itu Musso akhirnya tertembak mati, dan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya berhasil ditangkap dihutan Ngrambe, Grobogan, Purwodadi dan kemudian dihukum mati di Yogyakarta. Pemberontakan PKI di Madiun telah berhasil ditumpas, namun bangsa Indonesia masih harus menghadapi Belanda yang berusaha menegakkan kembali Pemerintahannya di Indonesia.
3. Pemberontakan APRA
Pada bulan Januari 1950 di Jawa Barat di kalangan KNIL timbul Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling bekas komandan pasukan KNIL bentukan Belanda di Indonesia. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Federal Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri pada setiap negara bagian Republik Indonesia Serikat. APRA mengajukan ultimatum menuntut supaya APRA diakui sebagai Tentara Pasundan dan menolak dibubarkannya Pasundan/negara Federal. Ultimatum tidak ditanggapi oleh pemerintah, maka pada tanggal 23 Januari 1950 di Bandung APRA melancarkan penyerbuan mendadak sekitar 800 orang, APRA berhasil ditumpas. Ternyata dalang gerakan APRA ini berada di Jakarta, yakni Sultan Hamid II. Rencana gerakannya di Jakarta ialah menangkap beberapa menteri Republik Indonesia Serikat yang sedang menghadiri sidang Kabinet RIS dan membunuh Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sekertaris Jenderal Kementerian Pertahanan Mr. Ali. Budiardjo, dan Pejabat Kepada Staf Angkatan Perang Kolonel T.B Simatupang. Rencana tersebut berhasil diketahui, sehingga sidang kabinet ditunda. Sultan Hamid II berhasil ditangkap pada tanggal 4 April 1950. Akan tetapi, Westerling berhasil melarikan diri ke luar negeri.

4. Pemberontakan Andi Aziz di Sulawesi Selatan
Andi Aziz adalah kapten perwira Koninklijke Nederland Indische Leger(KNIL) yang bersama pasukannya bergabung dengan APRIS pada 30 Maret 1950. Komandan APRIS saat itu adalah Letkol A.J. Mokoginta, Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur
Adapun faktor yang menyebabkan pemberontakan adalah :
Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di
a. Negara Indonesia Timur.
b. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
c. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
Karena tindakan Andi Azis tersebut maka pemerintah pusat bertindak tegas. Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan. Kedatangan pasukan pimpinan Mayor H.V.Worang kemudian disusul oleh pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April 1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto(mantan Presiden RI). Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

5. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Pada tanggal 24 April 1950 di Ambon diproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) yang dilakukan oleh Mr. Dr. Christian Robert Steven Soumokil mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur(NIT). Soumokil sebenarnya terlibat dalam pemberontakan Andi Azis. Namun, setelah gagalnya gerakan itu ia melarikan diri ke Maluku Tengah dengan Ambon sebagai pusat kegiatannya. Untuk itu pemerintah mengutus Dr. Leimena untuk mengajak berunding. Misi Leimena tidak berhasil karena RMS menolak untuk berunding. Ia bahkan meminta bantuan pengakuan dari negeri Belanda,Amerika Serikat,dan komisi PBB untuk Indonesia. Pada tanggal 12-13 Juni1950 diadakan Konferensi Maluku di Semarang. Pemerintah RIS bertindak tegas, pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Kolonel A. E. Kawilarang dikirimkan ke Ambon.Serangan APRIS ke Ambon dibagi atas tiga kelompok yaitu Group I dipimpin oleh Mayor Achmad Wiranatakusumah, Group II dipimpin oleh Letnan Kolonel Slamet Riyadi, Group III dipimpin oleh Mayor Surjo Subandrio. Pada 3 November 1950 Dalam pertempuran memperebutkan benteng New Victoria, Letkol Slamet Riyadi tertembak dan gugur. Pada tanggal 28 September 1950 pasukan ekspedisi mendarat di Ambon dan bagian utara pulau itu berhasil dikuasai. Tanggal 2 Desember 1963 Dr. Soumokil berhasil ditangkap selanjutnya tanggal 21 April 1964 diadili oleh Mahkamah Militer Laut Luar Biasa dan dijatuhi hukuman mati.

6. Pemberontakan PRRI/PERMESTA
Pemberontakan PRRI/Permesta didahului dengan pembentukan dewan-dewan di beberapa daerah di Sumatera, antara lain :
1. Dewan Banteng di Sumatera Barat/Sumatera Tengah, Bukit Tinggi oleh Letnan Kolonel Achmad Husein (20 Desember 1956) sebagai Komandan ke IV dan ditemani oleh Kolonel Zulkifli Lubis.
2. Dewan Gajah di Medan oleh Kolonel Maludin Simbolon (22 Desember 1956) sebagai Panglima TT I Bukit Barisan.
3. Dewan Garuda di Palembang oleh Letkol Barlian (14 Desember 1956) sebagai Panglima TT II Sriwijaya.
4. Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan oleh Kolonel Hasan Bachri.
5. Dewan Manguni di Manado oleh Letnan Kolonel Ventje Sumuai (18 Februari 1957).
Faktor yang menimbulkan pemberontakan PRRI/PERMESTA :
1. Para perwira tidak puas pada pemerintah pusat karena pemerintah pusat melakukan ketidakadilan bagi para perwira di luar Jawa yaitu yang bertugas di Jawa mendapat Hak-hak dan tunjangan lebih besar daripada di luar Jawa.
2. Adanya anggapan bahwa di pusat hanya mementingkan perkembangan di pulau jawa saja.
3. terjadi pertentangan yang berlarut–larut dalam partai politik saling menjatuhkan (konstituante selalu gagal dalam UUD 1945)
4. Lahirnya konsepsi presiden
Tujuan pembentukan dewan dewan bagi masyarakat untuk mensejahterakan rakyat karena pemerintah pusat tidak lagi mensejahterakan kehidupan masyarakat di luar Pulau Jawa. Tanggal 10 Februari 1958 Dewan Banteng mengultimatum Pemerintah Pusat :
1. Dalam waktu 5x24 jam cabinet Juanda diserahkan kepada Soekarno
2. Presiden Soekarno harus segera menugaskan Drs. Mohammad Hatta dan Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengesahkan cabinet (kabinet zaken : membentuk cabinet yang alih dalam bidangnya).
3. Meminta kepada Presiden Soekarno supaya kembali pada kedudukannya sebagai presiden yang konstitusional(UUD).
Pemerintah Pusat menanggapi tegas Ultimatum:
1. Memecat dengan tidak hormat mereka dari keanggotaan TNI(achmad Husein, Simbolon, Zulfifli Lubis, dan Dahlan Djambek).
2. Pemerintah juga menagkapkan mereka ke pengadilan MAHMILU.
3. Mulai tanggal 12 Februari 1958 Abdul Halis Nasution sebagai angkatan darat membekukan Komando dan staff KODAM Sumatera Tengah.
Pada tanggal 15 Februari 1958 mendidirikan organisasi yang bernama Gerakan Perjuangan Mdiketuai oleh Letnan Kolonel Achamad Husein. Gerakan Husein ini akhirnya mendirikan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang berkedudukan di Bukittinggi dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat presiden. Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) pada hari berikutnya mendukung dan bergabung dengan PRRI sehingga gerakan bersama itu disebut PRRI/Permesta. Permesta yang berpusat di Manado tokohnya adalah Letnan Kolonel Vantje Sumual, Mayor Gerungan, Mayor Runturambi, Letnan Kolonel D.J. Samba, dan Letnan Kolonel Saleh Lahade. Pada tanggal 17 Februari Kolonel D.J.Samba sebagai komandan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah mendukung sepenuhnya lahirnya PRRI di Sumatera dan saat itu juga menyatakan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah putus hubungan dengan Pemerintah Pusat.
Untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta dilaksanakan operasi gabungan yang terdiri atas unsur-unsur darat, laut, udara, dan kepolisian. Serangkaian operasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Operasi Tegas dengan sasaran Riau dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution. Tujuan mengamankan instansi ,berhasil menguasai kota Pekanbaru pada tanggal 12 Maret 1958, dan mencegah campur tangan asing.
Bukti adanya bangsa asing :
a. Minyak bumi CALTEX
b. Pesawat B-26 jatuh tertembak di kota Ambon 18 Mei 1958 tapi pilotnya masih hidup yang bernama Alan Lawrence Pope(Amerika Serikat) diadili tanggal 11 Januari 1960 di Jakarta, sementara Mayor(laut) R.Soedomo yang memberikan kesaksian.
c. Banyak senjata senjata made in Amerika lebih canggih dari pada senjata senjata TNI Indonesia.
2. Operasi 17 Agustus dengan sasaran Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April 1958 dan menguasai Bukittinggi 14 Mei 1958.
3. Operasi Saptamarga dengan sasaran Sumatera Utara mencari pendukung Komarudin Simbolon dipimpin oleh Brigjen Jatikusumo.
4. Operasi Sadar dengan sasaran Sumatera Selatan dipimpin oleh Letkol Dr. Ibnu Sutowo mencari Kolonel Barlian.
Untuk menumpas pemberontakan Permesta dilancarkan operasi gabungan dengan nama Merdeka yang terdiri dari :
A. Operasi Saptamarga I dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh Letkol Sumarsono.
B. Operasi Saptamarga II dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono.
C. Operasi Saptamarga III dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado(Tangir dan Talaut), dipimpin oleh Letkol Magenda.
D. Operasi Saptamarga IV dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat .
E. Operasi Mena I dengan sasaran Jailolo, dipimpin oleh Peters.
F. Operasi Mena II dengan sasaran Lapangan udara di Morotai, dipimpin oleh Humholz.
Akhirnya, pada akhir Mei 1961 Ahmad Hoesin melaporkan diri dengan pasukannya ke pemerintah pusat dan diikuti oleh para tokoh tokoh lainnya, lalu tanggal 22 Juni 1961 pemerintah RI memberikan amnesty dan abolisi baik PRRI/PERMESTA setia pada NKRI.

1. Pemberontakan DI / TII
 DI / TII Jawa Barat( 7 Agustus 1949 , pimpinan Sekarmadji Maridjan kartosoewiryo )

A. Sebab Umum dan Khusus Pemberontkan dan Tujuan Pemberontkan
A.1 Sebab Khusus Pemberontakan :
Pemerintah RI menandatangani Perjanjian Renville yang mengharuskan pengikut RI mengosongkan wilayah Jawa Barat dan pindah ke Jawa Tengah , hal ini dianggap Kartosuwirjo sebagai bentuk pengkhianatan Pemerintah RI terhadap perjuangan rakyat Jawa Barat(karena ada beberapa komandan TNI yang menjanjikan akan meninggalkan
semua persenjataannya di Jawa Barat jika mereka hijrah nanti. ). Bersama kurang lebih 2000 pengikutnya yang terdiri atas laskar Hizbullah dan Sabilillah, Kartosuwirjo menolak hijrah dan mulai merintis usaha mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).

A.2 Sebab Umum Pemberontakan
-Kekosongan kekuatan di Jawa Barat
-Kartosuwirjo / rakyat menolak kalau Jawa Barat itu diserahkan kepada belanda begitu saja
-Rasa tdk puas dg keputusan perjanjian yg mengharuskan TNI keluar dr daerah
kantong dan masuk ke wilayah RI




A.3 Apa Tujuan Pemberontakan
1. Ingin mendirikan negara yang berdasarkan agama islam lepas dari NKRI
Sewaktu tentara Belanda menduduki ibukota RI di Yogyakarta.
2. Menjadikan Syariat islam sebagai dasar Negara ( pola tingkah laku ,dalam
keluarga /masyarakat/ bangsa ataupun Negara) bersumber pada”Alqur’an , Hadist,Isma,Qias”.

B. Upaya pemerintah mengatasi pemberontakan

B.1 Upaya Pemusnahan yang dilakukan Pemerintah
pemerintah bekerja sama dengan rakyat setempat.Dan dijalankan lah taktik dan strategi baru yang disebut Perang Wilayah. Pada tahun 1 April 1962 pasukan Siliwangi bersama rakyat melakukan operasi “Pagar Betis(mengepung pasukan DI/TII dengan mengepung dari seluruh penjuru )” dan operasi “Bratayudha(operasi penumpasan gerakan DI/TII kartosuwirjo).
B.2 Dimana Tertangkap ?
Pada tanggal 4 juni 1962, S.M.Kartosuwiryo beserta para pengikutnya berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat.

C. Bagaimana nasib para pemberontak?
Sekarmadji Maridjan kartosoewiryo sempat mengajukan grasi kepada Presiden,tetapi di tolak. Akhirnya S.M.Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati di hadapan regu tembak dari keempat angkatan bersenjata RI 16 Agustus 1962.

 DI / TII Jawa Tengah (Pada tanggal 23 Agustus 1949, Pepimpinya Amir Fatah dan Mahfu’dz Abdurachman ( Kyai Somalangu)).

A. Sebab Umum dan Khusus Pemberontkan dan Tujuan Pemberontkan
A.1 Sebab Khusus Pemberontakan
Terjadi karena Batalion 624 pada Desmber 1961 membelot dan menggabungkan diri dangan DI/TII di daerah Kudus dan Magelang(selain di daerah Tegal-Brebes , di daerah selatan(Kebumen ) juga terdapat gerkan DI/TII yang dipimpin oleh Muhamad Mahfudh Abdurahcman / Kyai Somalangu .

A.2 Tujuan Pemberontakan
1. Ingin mendirikan negara yang berdasarkan agama islam lepas dari NKRI
2. Menjadikan Syariat islam sebagai dasar Negara ( pola tingkah laku ,dalam keluarga /masyarakat/ bangsa ataupun Negara) bersumber pada”Alqur’an , Hadist,Isma,Qias”.

B. Upaya Pemerintah Mengatasi Pemberontakan
Untuk menumpas pemberontakan ini pada bulan Januari 1950 pemerintah melakukan operasi kilat yang disebut “Gerakan Banteng Negara” (GBN) di bawah Letnan Kolonel Sarbini (selanjut-nya diganti Letnan Kolonel M. Bachrun dan kemudian oleh Letnan Kolonel A. Yani). Gerakan operasi ini dengan pasukan “Banteng Raiders.” Sementara itu di daerah Kebumen muncul pemberontakan yang merupakan bagian dari DI/ TII, yakni dilakukan oleh “Angkatan Umat Islam (AUI)” yang dipimpin oleh Kyai Moh. Mahudz Abdurachman yang dikenal sebagai “Romo Pusat” atau Kyai Somalangu. Untuk menumpas pemberontakan ini memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan.
Pemberontakan DI/TII juga terjadi di daerah Kudus dan Magelang yang dilakukan oleh Batalyon 426 yang bergabung dengan DI/TII pada bulan Desember 1951. Untuk menumpas pemberontakan ini pemerintah melakukan “Operasi Merdeka Timur” yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade Pragolo.

C. Bagaimana Nasib Pemberontak.
Pada awal tahun 1952 kekuatan Batalyon pemberontak terrsebut dapat dihancurkan dan sisa- sisanya melarikan diri ke Jawa Barat dan ke daerah GBN.


 DI / TII Sulawesi Selatan (Oktober 1950 Pepimpinya Kahar Mudzakar )

A. Sebab Umum dan Sebab Khusus Pemberontakan dan Tujuan pemberontakan.
A.1 Sebab Khusus pemberontakan
Karena ketidakpuasnya pada kebijakan pemerintah tentang rasionalisasi(15000 KGSS menjadi Anggota APRIS) Pemeritah RI Melancarkan operasi militer yang berintikan pasukan dari divisi siliwangi .



A.2 Sebab Umum Pemberontakan .
1. Terjadinya konflik antara anggota KGSS dengan TNI .
2. KGSS kecewa berat karena mulai 1 Juni 1950 KGSS dibubarkan oleh panglima
TT VII kol Kaliuwarang
3. Kahar Muzakar kecewa kepada Kabinet Natsir yang tidak jadi mengangkatnya menjadi komandan yang punya 4000 orang di TNI A.

A.3 Tujuan Pemberontakan
Kahar Muzakar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya.

B. Upaya Pemerintah Mengatasi Pemberontakan
pemerintah melakukan operasi militer. Baru pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.
C. Bagaimana Nasib Pemberontak.
Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakar tertembak mati dalam sebuah kontak senjata dengan pasukan RI. sehingga pemberontakan DI/TII di Sulawesi dapat dipadamkan.

 DI / TII Kalimatan Selatan(Oktober 1950 , Pepimpinya Ibnu Hajar atau Haderi bin Umar atau Angli)

A. Sebab Umum dan Sebab Khusus Pemberontakan dan Tujuan pemberontkan
A.1 Sebab Khusus Pemberontakan
ALRI Divisi 4 kecewa kepada Pemerintah pusat karana gaji dan jaminan sosial diluar pulau jawa lebih kecil disbanding gaji dan jaminan Perwira/ tentara di dalam pulau Jawa.

A.2 Sebab Umum Pemberontakan
Pemuda dan pejuang Kalimanta Selatan tdak mendapat sertifikat pejuang.

A.3 Tujuan Pemberontakan
Agar semua perwira dan tentara di dalam maupun diluar pulau jawa mendapatkan perlakuan yang adil.

B. Upaya Pemerintah Mengatasi Pemberontakan
1. Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hajar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota TNI. Ibnu Hajar pun menyerah, akan tetapi setelah menyerah melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi.

2. Pemerintah melakukan tindakan tegas dengan cara menggempur pusat pertahanan gerombolan Ibnu Hajar.

C. Bagaimana Nasib Pemberontak
Ibnu Hadjar berhasil ditangkap dan pada 22 maret 1965 dan ia dijatuhkan hukuman mati oleh pengadilan militer.

2. Pemberontakan PKI Madiun 1948( Pada tanggal 18 September 1948, Pepimpinya Amir Syarifuddin dan Muso )

Amir Syarifuddin mengecam hasil Perjanjian Renville dan menyusun kekuatan dalam Front Demokrasi Rakyat(FDR) yang dibentuk pada tanggal 28 Juni 1948 di Surakarta, Front ini menyatukan semua golongan sosialis kiri dan komunis. Kekuatan PKI makin bertambah besar setelah kedatangan Musso dari Uni Soviet. Muso menyusun doktrin PKI dengan nama Jalan Baru dengan dibentuknya Front Nasional, yaitu penggabungan segala kekuatan sosial, politik, dan perorangan yang berjiwa antiimperialistis dan untuk menjamin kelangsungan Front Nasional maka dibentuklah Kabinet Front Nasional yang terdiri dari PKI, Partai Sosialis, dan Partai Buruh Indonesia. Selain itu, didukung pula oleh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).
Insiden di Delanggu menjadi insiden bersenjata di kota Surakarta antara pendukung Front Demokrasi Rakyat dengan kelompok Tan Malaka yang bergabung dalam Gerakan Revolusi Rakyat, maupun dengan pasukan hijrah TNI. Insiden-insiden memang telah direncanakan oleh PKI yang bertujuan daerah Surakarta dijadikan daerah kacau, sedangkan daerah Madiun dijadikan basis gerilya. Aksi PKI memuncak pada tanggal 18 September 1948 dengan ditandai para tokoh PKI mengumumkan berdirinya Soviet Republik Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk meruntuhkan Republik Indonesia hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan ajaran komunis

A. Sebab Pemberontakan dan Tujuan pemberontakan.
Sebab Pemberontakan
meruntuhkan pemerintah RI yang berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 yang akan diganti dengan pemerintah yang berdasar paham komunis .

Tujuan Pemberontakan
(1) melancarkan propaganda anti pemerintah,
(2) mengadakan pemogokan-pemogokan kerja bagi para buruh di perusahaan misalnya di
pabrik karung diDelanggu Klaten.
(3) melakukan pembunuhan-pembunuhan misalnya dalam bentrokan senjata di Solo tanggal 2
Juli 1948

B. Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Pemberontakan

Pemerintah membentuk Komando Operasi Penumpas( Gerakan Operasi Militer I. ) dibawah pimpinan colonel A.H.Nasution ( Panglima Markas Besar Komando Djawa(MBKD ).

C. Bagaimana Nasib Si Pemberontak
dalam operasi itu Musso akhirnya tertembak mati, dan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya berhasil ditangkap dihutan Ngrambe, Grobogan, Purwodadi dan kemudian dihukum mati di Yogyakarta. Pemberontakan PKI di Madiun telah berhasil ditumpas

3. Pemberontakan APRA ( Januari 1950 , Pimpinan Kapten Raymond Wrestling )
A. Sebab - Sebab Pemberontakan dan Tujuan pemberontakan.
Sebab Pemberontakan
1. Mereka menghendaki menjadi tentara yang bebas di negara bagian Pasundan
2. menolak pembubaran negara Pasudan
3. menolaknya pembubaran RIS
4. anggota KNIL tidak mau masuk APRIS seperi yang diatur dalam KMB (karena menganggap APRA lebih professional dari APRIS )
Tujuan Pemberontakan
1. Mempertahankan kepentingan Belanda melalui negara bonekanya dalam sistim fidera
2. Mempertahankan Kepentingan ekonomi belanda – Indonesia

B. Bagaimana Nasib Pemberontakan
Sultan Hamid II berhasil ditangkap pada tanggal 4 April 1950. Akan tetapi, Westerling berhasil melarikan diri ke luar negeri.

C. Upaya Pemerintah mengatasi Pemberontakan
1. Pemerintah mengirim pasukan ke daerah Bandung .
2. Pemerintah RIS mengadakan perundingan dengan Komisaris tinggi Belanda di Jakarta , sehingga komando pasukan Belanda mendesak Wrestelling meninggalakn Bandung.



4. Pemberontakan ANDI AZIZ ( Makassar , Sulawesi Selatan , 5 April 1950 Pimpinan Andi Aziz (kapten perwira Koninklijke Nederland Indische Leger(KNIL)

A. Sebab Pemberontakan dan Tujuan Pemberontakan
Karena dipicu adanya perasaan tidak puas atas kehadiran TNI yang akan mengamankan situasi di Makassar, Karena sering terjadi pemberontakan yang mengiginkan bentuk Negara.Federal.

Tujuan Pemberontakan
1. Menghendaki agar NBIT tetap berdiri

B. Upaya Pemerintahan dalam mengatasi pemberontakan
1. Pemerintah mengirimkan suatu ekspedisi militer untuk menumpas pemberontakan itu. Yang dipimpin oleh kolonel A.E.Kawilarang dengan kekuatan 2 Brigade dan 1 Batalyon
2. 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan

C. Bagaimana Nasib Pemberontak
Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

5. Gerakan Republik Maluku Selatan

A. Sebab Pemberontakan dan Tujuan Pemberontakan
Pemberontakan terjadi karena pimpinan RMS menolak perundingan yang di tawarkan oleh pemerintah

Tujuan Pemberontakan
Ingin mendirikan negara sendiri diluar wilayah NKRI dengan nama Republik Maluku Selatan

B. Upaya Pemerintahan dalam mengatasi pemberontakan
1. Upaya Damai
- Berusaha untuk mendamaikan dengan mengirim Dr. Limena, berharap agar mampu membujuk Soumokil ke NKRI. Namun tidak berhasil. Bahkan Soumokil berusaha mencari bantuan dari luar
- Mengadakan konfrensi Maluku di Semarang tgl 12-13 Juni 1950. Para pemuda mengusulkan agar Maluku Tengah di beri status ekonomi. Namun semua upaya tidak berhasil.
2. Upaya Penunpasan
-Dengan mengirim ekspidisi dengan sasaran pulau Buruh-Serang, dan Ambon. Ada 3 group yaitu:
1. Group I dipimpin Mayor Achmad Wiranatakusuma
2. Group II dipimpin oleh Letnan Kolonel Slamet Riyadi
3. Group III dipimpin oleh Mayor Surjo Subandjo

C. Bagaimana Nasib Pemberontak
Dr. Soumokil berhasil ditangkap selanjutnya tanggal 21 April 1964 diadili oleh Mahkamah Militer Laut Luar Biasa dan dijatuhi hukuman mati. Dan sisa-sisa gerakkan RMS melarikan diri ke Pulau Seram bahkan ke negeri Belanda.

6. Pemberontakan PRRI/PERMESTA

A. Sebab Pemberontakan dan Tujuan Pemberontakan
1) Para perwira yang ada luar Jiwa marasa adanya kesenjangan kesejahteraan tentara yang ditugaskan di luar dan di dalam Jawa.
2) Adanya anggapan bahwa pembangunan hanya dipusatkan di Pulau Jawa
3) Adanya pertentangan politik yang berlarut-larut dimana setiap parpol berusaha untuk saling menjatuhkan ( Ingat ! Anggota Konsituante gagal beat UUD baru dan kembali ke UUD 1945 )
4) Lahirnya konsepsi Soekarno tahun 1951 dengan tentang “Pelaksaan Demokrasi Terpimpin”.

Tujuan pembentukan dewan-dewan !
Untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan karena tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat.
Diantara 5 Dewan, Dewan Bantenglah yang berani Ultimatum pemerintah pusat dengan mengeluarkan 3 ultimatum, Letkol. Husain ditemani oleh Kol. Dahlan, Kol. Jambak, Kol. Simbolon :
1. Dalam waktu 5x24 jam cabinet Juanda diserahkan kepada Soekarno
2. Presiden Soekarno harus segera menugaskan Drs. Mohammad Hatta dan Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengesahkan cabinet (kabinet zaken : membentuk cabinet yang alih dalam bidangnya).
3. Meminta kepada Presiden Soekarno supaya kembali pada kedudukannya sebagai presiden yang konstitusional(UUD).

B . Pemerintah Pusat menanggapi tegas Ultimatum:
1. Memecat dengan tidak hormat mereka dari keanggotaan TNI(achmad Husein, Simbolon, Zulfifli Lubis, dan Dahlan Djambek).
2. Pemerintah juga menagkapkan mereka ke pengadilan MAHMILU.
3. Mulai tanggal 12 Februari 1958 Abdul Halis Nasution sebagai angkatan darat membekukan Komando dan staff KODAM Sumatera Tengah.

Pada tanggal 15 Februari 1958 mendidirikan organisasi yang bernama Gerakan Perjuangan Mdiketuai oleh Letnan Kolonel Achamad Husein. Gerakan Husein ini akhirnya mendirikan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang berkedudukan di Bukittinggi dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat presiden. Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) pada hari berikutnya mendukung dan bergabung dengan PRRI sehingga gerakan bersama itu disebut PRRI/Permesta. Permesta yang berpusat di Manado tokohnya adalah Letnan Kolonel Vantje Sumual, Mayor Gerungan, Mayor Runturambi, Letnan Kolonel D.J. Samba, dan Letnan Kolonel Saleh Lahade. Pada tanggal 17 Februari Kolonel D.J.Samba sebagai komandan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah mendukung sepenuhnya lahirnya PRRI di Sumatera dan saat itu juga menyatakan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah putus hubungan dengan Pemerintah Pusat.
Untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta dilaksanakan operasi gabungan yang terdiri atas unsur-unsur darat, laut, udara, dan kepolisian. Serangkaian operasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Operasi Tegas dengan sasaran Riau dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution. Tujuan mengamankan instansi ,berhasil menguasai kota Pekanbaru pada tanggal 12 Maret 1958, dan mencegah campur tangan asing.
Bukti adanya bangsa asing :
a. Minyak bumi CALTEX
b. Pesawat B-26 jatuh tertembak di kota Ambon 18 Mei 1958 tapi pilotnya masih hidup yang bernama Alan Lawrence Pope(Amerika Serikat) diadili tanggal 11 Januari 1960 di Jakarta, sementara Mayor(laut) R.Soedomo yang memberikan kesaksian.
c. Banyak senjata senjata made in Amerika lebih canggih dari pada senjata senjata TNI Indonesia.
2. Operasi 17 Agustus dengan sasaran Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April 1958 dan menguasai Bukittinggi 14 Mei 1958.
3. Operasi Saptamarga dengan sasaran Sumatera Utara mencari pendukung Komarudin Simbolon dipimpin oleh Brigjen Jatikusumo.
4. Operasi Sadar dengan sasaran Sumatera Selatan dipimpin oleh Letkol Dr. Ibnu Sutowo mencari Kolonel Barlian.
Untuk menumpas pemberontakan Permesta dilancarkan operasi gabungan dengan nama Merdeka yang terdiri dari :
A. Operasi Saptamarga I dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh Letkol Sumarsono.
B. Operasi Saptamarga II dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono.
C. Operasi Saptamarga III dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado(Tangir dan Talaut), dipimpin oleh Letkol Magenda.
D. Operasi Saptamarga IV dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat .
E. Operasi Mena I dengan sasaran Jailolo, dipimpin oleh Peters.
F. Operasi Mena II dengan sasaran Lapangan udara di Morotai, dipimpin oleh Humholz.
Akhirnya, pada akhir Mei 1961 Ahmad Hoesin melaporkan diri dengan pasukannya ke pemerintah pusat dan diikuti oleh para tokoh tokoh lainnya, lalu tanggal 22 Juni 1961 pemerintah RI memberikan amnesty dan abolisi baik PRRI/PERMESTA setia pada NKRI.

C . Bagaimana Nasib Pemberontak
Satu persatu dewan pimpinan menyerah 29 mei 1961 , secara resmi Ahmad Husein melaporkan diri dengan diikuti Syariffudin Prawiranegaea


Daftar Pustaka

1. http://benazirblog.blogspot.com/2009/03/pemberontakan-ditii-di-sejumlah-daerah.html
2. http://smpn1banjar-pdg.net/index.php?view=article&catid=34:artikel&id=52:diitii&tmpl=component&print=1&page=
3. http://osdir.com/ml/culture.region.indonesia.sunda/2006-04/msg00200.html
4. http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Strategi_Nasional_dalam_Menghadapi_Peristiwa_Madiun/PKI,_DI/TII,_G_30_S/_PKI,_dan_Konflik-Konflik_Internal_Lainnya_9.2_(BAB_13)#1._Pemberontakan_DI_.2F_TII _di_Jawa_Barat
5. http://lukulo.blogspot.com/2008/01/peristiwa-tragedi-nasional.html
6. http://banisurahman.blogspot.com/2009/10/perjuangan-bangsa-indonesia.html
7. Catatan Tambahan materi
8. Alfian Maqdalia , Nana Nurliana Soeyono , Sudarini Suhartono , Esis ,Sejarah untuk kelas XII ,Penerbit Erlangga(hal 88-100)